Tuesday, October 4, 2016

Pilihan itu part 3

...*Ya, rey dan levina sudah berteman sejak kecil, sejak rey ber umur 8tahun dan levina berumur 5tahun, rey adalah anak dari sahabat ibunya levina, makannya mereka juga akrab, rey selalu di anggap pahlawan oleh levina, karena rey selalu menjaga levina, dari dia SD - SMP - SMA Walau mereka terkadang berbeda sekolah, dan rey pasti adalah sosok kakak yang baik untuk levina, padahal rey ingin sekali mendapatkan hati levina, namun levina tidak bisa memberikan perasaan lebih terhadap rey.
    * Setelah mengambil pakaian ganti, rey berpamitan kepada ibu levina,
"tante aku pamit ya, kalau gak nanti malem ya besok levina aku anter pulang." *sambil mencium tangan ibu levina.
"iya nak rey, jangan dia apa-apain ya anak tante, kalau nakal jewer aja"

    *rey pergi sambil mengendarai motornya, sebelum kembali ke apartement ia pergi membeli makanan untuk levina*

"Hallo... Hallo?.."
"kenapa sayang? Aku lagi sibuk, chattingan aja ya"
"bentar do, aku mau ngomong sebentar sama kamu?"
"kamu mau ngomong apa?, gak bisa nanti aja?" jawab aldo dengan ketus kepada levina.
"do, kamu kenapa sih menghindar terus? Aku cuma mau ngobrol dan memperbaiki semuanya."
"Lev, kamu ngerti gak sih kalau aku lagi sibuk? Aku menghindar? Udahlah. Lama lama aku gak nyaman sama kamu"
"loh, aldooo, dooo" *tuuut tuuut*

*telpon dimatikan aldo, dan kemudian levina menangis, apakah semua perbuatannya membuat aldo tidak nyaman? Apakah dia malah jadi mencintai putri pemikiran levina bimbang, kacau, untuk saat ini ia lagi sedang tidak bekerja, karena tidak ada panggilan untuk pemotretan.

*toktoktok*
Levina membukakan pintu, dan ternyata itu rey

"Loh, elu kenapa lagi lev?"*sambil masuk kedalam apartement*
"Aldo rey." *sambil menghapus air matanya*
"Dia kenapa lagi?, emangnya kalian belum baikkan?, ohhh iyaaa.. Nih baju ganti lu, tadi gue abis minta izin sama nyokap lu, sama ino makanan kesukaan lu gue beliin"
"engga ah, gue gak mau makan, gak napsu makan, oh iya makasih ya, nanti gue baru telpon nyokap deh." *ucap levina kepada rey*
"Ihhh.. Lu kok kayak anak kecil ya, gue udah beliin pakek duit gue kesindiri, sate padang, es duren sama ketoprak nih, parah banget, gue sampe nahan laper buat beliin makanan ini buat elu lev." *keluh rey kepada levina
"tapi rey.." *keluh manja levina terhadap rey*
"udah makan dulu, abis itu gue pasti bakalan dengerin cerita lu"
"oke., kita makan berdua ya rey" *sambil memeluk rey*

*saat makan, rey memperhatikan levina. 'kenapa sih lev, lu gak punya perasaan apa-apa sama gue?, selama ini gue harus berusaha simpen perasaan gue demi persahabatan kita, sedangkan aldo dengan gampangnya ngedapetin perasaan lu' kemudian rey kembali makan sambil tetap memperhatikan levina*

*beep beep*
"aku mau kita break dulu, saling intropeksi diri dulu, mungkin ini bakalan lebih baik untuk hubungan kita kedepannya"

*begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh aldo kepada levina, seketika levina hanya dia, tanpa berkata-kata, dan ia kemudian menangis*

"loh, lu kenapa lev? Baru abis makan kok nangis?"
"Aldo rey," sambil menangis
"dia kenapa?"
"dia minta break sama gue, maksudnya apa sih rey? Gue harus intropeksi diri gimana rey?"
"Sialan banget sih tuh cowo, apa mau dia gue samperin demi lu lev?"jawab rey
"udahlah, mungkin gue harus intropeksi diri, tapi gue ngelakuin apa sih rey, sampe dia segitunya" melas levina kepada rey
"yaudah udah, jangan nangis lagi" rey memeluk levina..
"rey, makasih banyak ya, lu selalu jadi sahabat gue, lu yang selalu ada, lu yang selalu nemenin gue, makasih lu udah jadi sosok kakak yang baik dalam hidup gue"
"Iya lev, lukan udah tau, dari dulu gue sayang sama lu, dan gak mau lu disakitin sama siapapun,mau dia sahabat gue cowo itu, lu tetap nomor satu dihidup gue, walau gue gak bisa dapet cinta lu, setidaknya gue gak akan pernah meninggalkan lu, sampai kapanpun itu, mau nanti gue jadi menikah sama cewe gue, dan lu menikah sama cowo lu, gue akan tetap ada buat lu"

Next part 4
Go