Sunday, December 25, 2016

SELEMBUT DAN SEMANIS KUE SALJU part 2

    sebelum pulang papa mengurus keuangan rumah sakit friska, yang terpenting dipikiran mama dan papa adalah kesehatan friska dan kepulihannya sekarang. "vin, gue keluar dulu mau ngabarin nyokap, lu disini ngejaga friska ya",. "okeh siap, gue pasti ngejaga dia kok"-ucap vino dan akhirnya riska meninggalkan vino dan friska didalam kamar berdua. vinopun memegang tangan friska.
"vi..nnoo, ma...ka.sih.. yaaa"
"iya sama-sama fris, gue yang mau bilang makasih sama lu, karna lu udah sadar sekarang, ternyata tuhan tuh masih sayang sama kita, tuhan ngedengerin doa gue, riska dan semua orang yang sayang sama lu fris"-vino berbicara sambil mengelus-elus tangan friska dan keheninganpun muncul didalam ruangan, sambil mengenggam tangan friska sebenarnya vino berdoa dan mengucapkan syukur kepada tuhan. dan tidak berapa lama riska pun muncul. dan friska juga belum tidur, seketika vino berdiri. "hari ini tuhan udah ngedengerin doa kita ri, dan gue juga mau ngomong satu hal ke friska, dan gue mau lu jadi saksinya ris."
"maksudnya apa vin?"-ucap riska dengan binggung.
"Friska, hari ini lu sadar dan gue gak mau nunggu sampe nanti gue kehilangan lu, sekarang gue mau ngomong apa yang selama ini gue pendam fris, apa lu mau jadi pacar gue?" ucap vino dihadapan riska dan sambil memegang tangan friska. dan friska langsung menjawab "ya"


dan pada hari itu 17 desember untuk tahun yang tidak dituliskan ketika friska sadar dari masa kritisnya.seorang lelaki yang bernama vino berani menyampaikan perasaanya kepada seorang gadis yang selama ini ia cintai dalam wujud sahabat. pada akhirnya vino dan friska resmi menjadi pasangan kekasih dengan riska yang menjadi saksi.


 kemajuan tentang keadaan Friska menjadi lebih baik setelah beberapa hari berikutnya, Friska juga sudah bisa berbicara dengan lancar, vino tidak sedetikpun meninggalkan friska sendiri didalam kamar, ia senantiasa menemani friska, terkadang mama dan papa juga binggung kenapa vino begitu setia menemani friska. "jadi om, vino dan Friska sebenarnya sudah jadian, waktu pas banget friska sadar"-ucap riska, dan respon yang diberikan papa dan mama adalah respon yang positif.

"vino, aku mau ngomong sama mama , papa, kamu dan riska" -ucap friska kepada vino
"kamu mau ngomong kapan sama mereka?"
"kalau bisa ya malam ini". setelah friska berbicara seperti itu kepada vino, ia langsung menyampaikan kepada mama dan papa begitu juga kepada riska, tepat pukul 20.00WIB  mama dan papa, vino dan riska sudah berkumpul didalam ruangan. suasaa menjadi tegang ketika friska ingin berbicara seperti akan ada pesan pesan terakhir yang ingin disampaikan oleh friska kepada orang-orang yang menyayanginya. sebelumnya dokter pernah berbicara kepada papa, bahwa benturan keras yang terjadi dikepala friska bisa saja berakibat fatal, karena friska juga butuh proses yang lama untuk pulih, namun hanya mujizatlah yang mampu menyembuhkan friska dengan total, terkadang friska bisa saja merasa biasa saja, namun terkadang ia bisa merasakan sakit yang sangat lar biasa dikepalanya.

"ma, pa... mungkin waktunya sebentar lagi bakalan datang"
"waktu apa sayang ?"-ucap mama
"iya, friska sadar, friska gak akan bertahan berapa lama lagi, friska gak kuat walau setiap hari friska merasa lebih baik, tapi disaat malam tiba kepala friska rasanya sakit banget". kemudian vino memegang tangan friska, air mata mama turun, dan riska berkaca-kaca.
"kamu kenapa ngomong begitu nak, percaya sama papa, kamu akan segera pulh kamu percaya tuhankan? tuhan sayang sama kamu, dia pasti akan menyembuhkanmu melalui para tim medis yang menangani kamu nak."
"waktu friska kritis, tuhan udah nunjukin tempat friska disebuah taman yang sangat indah pah, disana sangat indah banget ma, disitu friska merasa nyaman, friska merasa tenang, friska senang disana tidak merasakan pertengkaran papa dan mama" -ucap friska dengan sangat lancar, namun air mata turun dari mata friska, ia seperti tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya.
"sayang mama sama papa akan berjanji untk tidak akan bertengkar lagi, coba kamu lihat nak, mama sama papa bertahan karna adanya kamu, anak satu-satunya papa dan mama" ucap mama
"fris, lu ngomong apa sih, lu tuh berbicara seakan-akan lu bakalan beneran tinggalin kita semua, dan gue gak mau lu ninggalin kita , gue sama vino butuh lu banget, lu gak sadar sama apa yang udah lu omongin?"-ucap riska sambil meneteskan air mata
"ris, sini pegang tangan gue sekarang, dengerin gue baik-baik, gue emang bakalan pergi jauh, tapi gue sama sekali gak bakalan ninggalin mama, papa , lu dan vino, karna gue yakin gue selalu ada tempat tersendiri buat kalian"-sambil memegang tangan riska
"fris, bisa gak jangan ngomong begitu?" kemudian vino berbicara, "percaya sama tuhan kamu tuh bakalan sembuh, dan rasa sakit yang ada dikepala kamu pasti bakalan hilang, kamu ngomong gini malah bikin mama, papa, aku dan riska jadi sedih banget"


    semua orang yang ada didalam ruangan kemudian menangis, begitupun vino tidak kuasa menahan rasa sedihnya, air mata seketika menetes dimatanya, "ma, pa, boleh gak friska minta sesuatu seandainya waktu yang ditentukan tuhan benar akan datang"-ucap friska
"kamu mau minta apa nak?"
"friska kangen deh sama tradisi natal kita, friska pengen banget nanti pas malam natal mama sama papa bikinin friska kue salju yang selalu ada setiap natal yang selalu kita lalui, friska mau, mama sama papa bikinnya berdua, dan friska mau bangget kalau kue itu nanti dibagiin sama orang-orang yang ada dirumah sakit ini, entah itu dokter atau para suster yang ada, friska mau mama sama papa juga ngebagiin cinta kasih kalian kesesama walau itu gak ke friska" akhirnya friska menangis
"iya nakk, iyaaa,,,, mama dan papa akan melakukan itu nakk, tidak mama akan membuatnya dengan rasa cinta dan kasih untuk kamu dan semua orang yang ada dirumah sakit ini"-mama menangis
"maa, paaaa friska sangat sayang sama mama dan papa" setelah friska berbicara seperti itu "aduhhhhh....,, maaaa,,, paaaaa,,, kepala friska sakitt". kemudian semua orang didalam ruangan panik, dan vino kemudian berlari memanggil dokter,setelah dokter datang, kemudian dokter menyuntikkan cairang penghilang rasa sakit yang ada dikepala friska, dan semua orang dharapkan untuk keluar, agar friska bisa beristirahat.


"pahh,, apakah friska akan baik-baik saja?"
"maa, percaya sama tuhan anak kita akan baik-baik saja"
"tante percaya sama vino, pasti friska akan membaik"


    Tanggal 22 desember.
mama dan papa, dirumah sedang mengerjakan sesuai permintaan friska, membuat kue salju, dirumah sakit hanya ada vino dan riska yang menjaga. "Tuhan friska nyaman sama tempat ini, bisakah friska tetap tinggl disini selamanya," dan friska tersadar,
"vin, mama sama papa dimana?"
"mama sama papa lagi dirumah ngikutin permintaan kamu"
"fris, lu udah sadar, perlu gue panggil dokter ya"
"gak usah ris, gue jamin gue baik-baik aja kok" dan kemudian vino memegang tangan friska untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja, jadi riska tidak perlu memanggil dokter
"vin, aku mau minum" vino mengambil segelas air putih, setelah meminum
"riska, makasih banyak ya lu mau jadi sahabat gue, dari kecil sampe sekarang, lu masih mau dan tetep bertahan untuk menjadi sahabat gue,gue mau cerita sekarang, tau gak barusan sebelum gue sadar, gue berada disebuah taman yang sangat indah banget, tapi selalu disaat gue minta sama tuhan untuk gue tetap tinggal ditaman itu, pasti taman itu menjadi gelap dan gue kembali sadar ris"
"itu tandanya tuhan tahu, kalau gue, vino dan nyokap bokaplu masih ngebutuhin lu fris disini, jangan pernah bilag kalau lu bakalan pergi buat ninggalin gue fris, kalau gak ada lu , gue udah gak punya sahabat yang baik lagi kayak lu"
"vin, makasih banyak kamu gak pernah ninggalin aku, tapi aku minta maaf kalau seandainya nanti, besok atau lusa aku bakal ninggalin kamu, riska, papa dan mama, aku minta maaf karna udah bikin kamu kecewa,"
"udah, kamu jangan ngomong begitu fris, aku sayang sama kamu, dan aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu, aku percaya tuhan akan segera sembuhin kamu kok"
"tapi waktu aku udah gak lama lagi, tuhan udah ngejanjiin, sebuah tempat yang sangat indah buat aku tinggal disana, aku tahu kalian semua ngebutuhin aku tapi tuhan tahu, kalian tahuka, jika aku pergi itu berarti sebuah kemenangan untuk aku, aku gak usah capek-capek nahan sakit yang luar biasa ini"-ata friska berkaca-kaca, "udah fris, gue panggil dokter aja ya, lukan baru sadar jadi lu jangan banyak bicara dulu, biar dokter yang periksa lu, dan nyokap bokap lu juga bakalan kesini kok besok"

   jauh dari hal yang dibicarakan, mama dan papa masih berusaha eras untuk membuat kue salju sebanyak mungkin dan pembicaraan antara papa dan mamapun dimulai.
"paa, apakah friska bakalan pergi ninggalin kita?"
"maa, percaya deh sama tuhan, friska akan tetap tinggal bersama kita, tuhan gak mungkin ngambil dia ditengah-tengah kita" kemudian apa dan mama kembali membuat kue salju sesuai permintaaan friska.

  Dua hari lagi natal akan tiba, dan keadaan friska bukannya membaik, justru berubah menjadi buruk, ia terkadang sadar ketika kepalanya merasakan sakit, dan dokter justru semakin banyak menambahkan dosis suntikan untuk menghilangkan rasa sakit yang ada dikepala friska. mama dan papa sudah berada dirumah sakit, dengan membawa beberapa kotak kue salju sesuai permintaan friska. sambil menunggu friska sadar. mama dan papa tidak henti henti berdoa untuk friska, dan akhirnya papa memutuskan untuk melakukan doa bersama didalam ruangan frisk. mama dan papa berada disisi kanan friska sedangkan vino dan riska berada di sisi kiri, mereka saling menggengam tangan bersama melingkari friska, dan papa mulai memimpin doa.
   "Tuhan, engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, kami tahu tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, kami mengharapkan suatu keajaiban yang sedang kami nanti-nantikan unuk kepulihan anak kami, tuhan orang yang sangat-sangat kami sayangkan sedang terbaring lemah dikasur ini, friska anakku, ia adalah sosok yang ceria, ia adalah sosok yang kuat, bagaimana bisa kami melihatnya terkulai lemas dikasur ini, tuhan kami sangat mencintainya, tolong berikanlah kekuatan dan berkat serta rahmatmu tuhan, berikan mujizat untuk kesembuhannya, tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang, jika bisa kuceritakan sedikit atau bisa ku berkata jujru kepadamu, aku sebagai seorang ayah, jelas tidak siap jika kau ambil friska dari tengah-tengah kami, aku masih membutuhkannya begitu pula para sahabatnya, aku orang tua yang membesarkannya, tuhan jika memang ada jalan terbaik yang ingin kau lakukan untuk friska semoga kami semua yang berada didalam ruangan ini  iklas dengan segala hal yang kau jadikan, karna hidup dan mati seseorang hanya kaulah yang menentukan, tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang, betapa besarya kaiwsh karuniamu kepada kami, betapa dahsyatnya kuasamu kepada kami, tapi atas segala hal yang kami ucapkan didalam doa yang tidak sempurna ini, kami hanya mengharapkan kepulihan anak kami, kepulihan sahabat kami Friska angella, Amin"


     Tanggal 24 dirumah sakit, mama dan papa vino dan riska cemas, karna friska tidak kunjung sadar, dan kemudian orang tua vino juga datang, dan disusul orang tua riska, dokte mengatakan sanggat sulit untuk menunggu hasil perkembangan friska karna benturan keras yang menimpa kepalanya, vino sangat mengharapkan kesadaran friska, beberapa kerabat dan teman-teman friska juga banyak yang menjenguk friska, dan mendoakan agar friska lekas sadar. kemudian papa menyetel lagu malam kudus didalam ruangan.  (malam kudus sunyi senyap.....) dan tiba-tiba friska sadar. da semua yang ada didalam ruangan kaget, dan terharu.
"maa..... paaa... friska... harus pergi..." airmata tidak dapat ditahan oleh mama setelah mendengar ucapan friska.
"sayang, kamu jangan ngomong begitu mama sama papa udah ikutin semua permintaan kamu, nak, coba lihat disini ada orang tua vino, orang tua riska yang selalu mendoakan kamu"-mama menangis sambil memeluk friska
"dokk, dokter"-vino memanggil dokter, dokter datang dan kemudian memeriksa keadaan friska, namun detak jantung friska tidak stabil, "dok.. sa..,ya mau bicara" dengan nada yang menahan sakit, awalnya dokter ingin menyutikkan cairan untuk menghilangka rasa sakit, namun ia mengurungkan niatnya. "ya silahkan".
"semuanya yang ada disii, makasih, makasih banyak udah ngejaga friska, tapi friska emang saatnya harus pergi, tuhan udah menjanjikan sebuah tempat yang lebih menjamin untuk friska,'sambil menahan rasa sakit yang ada dikepalanya' ma, paa friska sayang banget sama mama dan papa, makasih selama ini udah ngejaga friska dengan cinta kasih kalian, tuhan bener mama dan papa adalah malaikat tanpa sayap yang selalu melindungi dan menjaga friska, maa, paaa jangan nangis lagi, friska seneng deh, udah dilahirin sama mama friska bahagia karna friskaudah jadi tuan putri untuk papa, maa,, paaa  jangan sedih friska sayang kalian. tapi nyatanya tuhan emang lebih butuh friska berada ditempatnya dibandingkan dibumi, vino, makasih banyak udah selalu ada buat aku, kalau sebentar lagi aku bakala pergi, jangan lupa untuk kasih tahu surat yang udah kamu tulisin buat mama dan papa aku"- kemudian friska tidak tahan menahan rasa sakit yang ada dikepalanya, ia meneteskan airmata, karna ia tahu apa yang ia ucapkan adalah sebuah salam perpisahan untuk mereka semua yang berada didalam ruangan ini. "riska, makaish udah jadisahabat gue dari kecil, gue sayang sama lu, makasih udahjadi sosok kakak buat gue, yang selalu nasehatin gue...."belum selesai friska berbicara detak jantungnya melemah semua orang yang ada diruangan menangis, dan khawatir, dokter kemudian melakukan langkah dengan sangat cepat, namun apa dya, waktu yang tuhan berikan untuk friska sudah habis akhirnya tuhan memanggil friska, dan semua orang yang ada didalam ruangan menangis. sedih dan kecewa."paaaaa,,,, anak kita friska, nakk bangun nakk, sadarlah nakk,, yatuhannn"-mama menangis sejadi-jadinya, dan papa hanya diam menjadi patung, tidak menyangka, bahwa friska benar-benar pergi meninggalkan mereka semua, riska menangis sambil memegang tangan friska "frissss,, lu jangan pergi, nanti kalau gue mau cerita gimana?, nanti yang bakalan nemenin gue disaaat nyokap bokap gue pergi siapa friss?.... frissss jangan pergiii" semua yang ada didalam ruangan berkabut, sedih dan kecewa, kemudian vino mengeluarkan sebuah surat yang ada didalam laci rumah sakit, sebelumnya friska meminta kepada vino untuk ia menuliskan surat untuk semua orang yang ia sayang, vino mengambilkan suratnya dan membacanya sebelum ia membacanya ia berbicara "hari ini, aku ngerasa mungkin friska akan pergi dengan tenang setelah aku membacakan surat terakhir darinya", semua orang yang berada diruangan kemudian mendengarkan isi surat yang dibacakan oleh vino termaksud dokter dan para suster yang menangani friska.



  " hari ini, mungkin adalah hari yang sangat menyedihkan buat kita semua, buat aku friska angella, karna harus meninggalkan kalian semua, tapi ketahuilah rencana Tuhan adalah rencana yang paling indah atas segala hal yang terjadi didunia, segala yang tuhan berikan pasti akan kembali lagi kepada tuhan, entah dengan akhir yang bahagia atau menyedihkan tapi ketahuilah segala hal yang diambil oleh tuhan akan dikembalikan lagi atau akan diganti dengan yang lebih baik lagi oleh tuhan. Untuk mama dan papa tersayang, mungkin saat kalian membaca surat ini, bisa saja aku masih berada diantara kalian dengan tertidur bahagia, karna aku pernah dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat hebat, dan menjadi seorang tuan putri yang sangat cantik dari seorang ayah yang sangat tampan.
    ma, pa friska sangat sayang sama mama dan papa, sampai nafas terakhir yang friska hembuskan friska sangat sayang sama mama dan papa, friska harap kepergian friska tidak akan membuat mama dan papa sedih untuk terlalu berlarut, friska mengharapkan agar mama dan papa tetap semangat, ma.. paa.. ketahuilah friska sudah tenang dan friska harap tidak ada kesedihan diwajah mama dan papa, friska harap mama dan papa ikhlas dan doakan friska agar tenang  disini, ma.. pa... friska akan tetap menjadi seorang putri yang baik untuk mama dan papa disini, ditempat friska sekarang bersama dengan Tuhan.
    ma...pa... jaga diri kalian, friska harap mama dan papa akan selalu saling mencintai, dan friskas harap mama dan papa tidak akan bertengkar, maa.. paa... tuhan yesus udah tahu apa yang friska inginkan, tuhan udah menyediakan tempat yang sangat indah untuk friska disini, jadi mama dana papa tidak perlun khawatir, maaf.. selama menjadi anak mama friska tidak bisa menjadi seorang anak yang baik. maaf disaat friska menjadi anak papa friska tidak bisa menjadi seorang utri yang dibanggakan, maa... paaaa... ketahuilah bahwa friska sangat mencintai kalian berdua, terimakasih untuk permintaa friska yang telah kalian turuti, kue salju yang lembut dan manis, akan memberikan rasa yang indah untuk natal tahun ini, friska berharap semua orang yang ada didalam ruangan ini, akan merasakan sebah kue salju yang lembut dan manis seperti cinta mama dan papa kepada friska. 
   maa... paa... maaf kepergian friska sangat teramat cepat, maaf friska belum sukses dan belum menjadi seorang anak yang membahagiakan kedua orangtua friska, maa.. paa... friska ikhlas jika suatu hari mama dan papa melupakan friska karna friska sudah pergi dan memang tidak akan kembalin lagi, tapi ketahuilah memang benar dari lubuh hati friska, friska tidak akan melupakan kalian, maa.. paa.. friska harap doa mama dan papa tidak akan terputus walau friska sudah tidak dibumi. maaa.. paaa... terimakasih banyak ya." -salam dari anakmu tercinta friska angella-

   itu adalah surat pertama yang friska sampaikan kepada kedua orang tuanya, untuk kepergiannya. ada satu surat lagi yang ia berikan untuk vino dan riska dan kemudian surat itu dibacakan oleh riska 
     "riska,sahabat gue yang paling gue sayang, maaf ya gue harus ninggalin lu sekarang, makasih banyak banget selama hidup gue lu selalu menjadi sahabat yang selalu ada buat gue, menjadi seorang kaka yang selalu menasehati gue, riss... gue nitip vino ya, sosok lelaki yang baik, yang selalu nemenin gue dikamar rumah sakit ini, gue titip dia, semoga kelak suatu hari nanti dia bakalan mendapatkan pengganti gue, walau gue udah gak sama kalian berdua, gue harap kalian tetap menjadi seorang sahabat.
  oh iya ris, bilang kevino juga kalau gue juga dari dulu punya perasaan sama dia, cuma gue takut merusak persahabatan gue sama dia, ris.. gue harap kepergian gue engga bakalan mengecewakan lu ya, riska sahabat gue, gue nitip mama dan papa gue ya... bilang ke vino juga tolong jagain mama dan papa gue, tolong kuatin mereka seperti cara gue kuattin lu waktu lu sedh, riska makasih banyak udah pernah jai sahabat gue, tenang aja gue disini udah bahagia, tuhan udah sediain gue tepat yang amat indah.
   riska, tolong bilang kevino jaga kesehatan, dan lu juga ya ris, jaga kesehatan lu jangan pernah telat makan juga, kalau lagi bosen atau binggung lu bisa kok datang kekuburan gue kelak buat cerita sama gue. oh iya bilang ke dokter sama suster yang udah nagani gue makasih banyak, maaf selama gue jadi pasien mereka gue selalu ngerepotin mereka, bilang ke dokter sama suster yang nanganin gue juga, makasih buat obat penghilang rasa sakitnya setidaknya mereka sudah berusaha walau pada ahirnya tuhan berkata lain untuk kedepannya, tenang aja mereka gak pernah gagal mencoba, oh iya.. ris, gue mau lu makan kue salju yang nyokap bokap gue buat ya, kue salju itu memang manis dan selembut persahabatan kita, maaf selama menjadi sahabat gue pernah ngecewain lu, gue pernah nyusahin lu, jaga diri baik-baik gue sayang lu, 
  ris,... satu permintaan gue, tolong jaga vino dan bilang kedia gue sayang sama dia. bilang ke vino, jangan pernah sedih dan tetap semangat, bilang kedia kalau gue mau dia menjadi seorang yang sukses seperti apa yang selalu dia bilang ke gue waktu gue masih jadi sahabat plus pacar walau cuma sebentar, makasih banyak ya ris.-salam sayang dari sahabatmu friska angella-

setelah surat terakhir dibacakan, semua yang ada didalam ruangan menangis. namun sesuai yang diharapkan friska ia berharap kepergiaanya tidak membuat semua orang kecewa, melainkan sebuah rencana tuhan yang baik untuk kehidupan ia yang berikutnya, dan seperti ia harapkan semoga kue natal yang mama dan papa buat untuk kepergiannya menjadi pemanis untuk kedepannya dengan harapan kelembutan kasih sayang untuk semua orang sayang padanya dan rasa manis kenangan yang membekas dari dirinya bagi semua orang yang mengenalnya.


          -friska angella 25 desember untuk tahun yang tidak dituliskan kapan yang jelas dia adalah anak yang dipanggil tuhan untuk memuliakannya-



Roma 11:36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (Yohanes 1:14)

Saturday, December 24, 2016

SELEMBUT DAN SEMANIS KUE SALJU part 1

Hari ini, 12 desember untuk tahun yang tidakku sebutkan 


"ini mama kenapa lagi sih?"
"kok mama lagi sih?, papa yang kenapa, setiap kali selalu nyalahin mama!" bentak mama kepada papa.
           inilah kejadian setiap hari yang selalu gue dengar, keributan kedua orang tua gue, yang gak pernah jelas, apa yang selalu mereka perdebatkan.

"UDAH-UDAH, MAMA SAMA PAPA KENAPA SIH SETIAP HARI BERANTEM TERUS?*bentakku kepada mereka.
"gimana mama sama papa gak berantem nak, kalau papamu gak nyalahin mama?"
"HAH, mama pikir papa mau nyalahin mama, kalau mama gak nuduh yang engga-engga sama papa sih ya masalah"
"loh, emangnya mama nuduh apa sama papa?, mama tuh kalau ngomong sudah pasti yang bener-bener kenyataan"  sahut mama kepada papa.

        'ah rasanya aku mau pergi dari rumah ini, yatuhan kenapa sih mereka berdua selalu ribut'
(ya, dulu kehidupan keluarga gue, gak seburuk ini, dulu keluarga gue dalam  kesulitan ekonomi, sampe-sampe mengharuskan nyokap gue buat kerja dan, karena bokap gue adalah atasan yang sedang diambang- abang jabatannya dia membutuhkan seorang sekertaris untuk membantunya bekerja, nah dari situlah perseturan antara nyokap dan bokap dimulai, disaat nyokap gue sudah menjamin dengan pekerjaannya, dan bokap juga begitu, sejak ia mendapatkan sekertaris, jadwalnya untuk meeting dengan para klien, mampu untuk dijadwalkan, tapi disitu pula awalnya pertengkaran kedua orang tua gue mulai, mereka mulai mengabaikan gue sebagai anaknya, ya mungkin karna gue adalah anak satu- satunya dan sudah menginjak usia remaja, jadi mereka tidak perlu khawatir tapi sebenernya dalam usia gue yang masih remaja seharusnya gue sedang dalam masa-masa diperhatikan oleh kedua orangtua gue)

"udah ya ma, cukup papa harus bilang berapa kali sama mama , kalau papa tuh gak pernah selingkuh sama sekretaris papa!" ucap papa yang tegas kepada mama
"halah sudahlah pah, tidak usah membela diri, jangan terlalu menyalahkan mama yang cemburu pa" saut mama yang tidak mau kalah dengan papa

(dan kemudian aku meninggalkan mereka berdua yang masih terus berdebat diruang tamu, ah kupikir, lebih baik aku pergi kerumah sahabatku, Riska namanya, sebelum ku menceritakan tentang sahabatku lebih baik kukenalkan diriku kepada kalian, Namaku adalah Friska biasanya teman-teman ku selalu memanggil fris atau iska, tapi ya itu tersera mereka mau memanggil apa, aku mempunyai dua orang sahabat yang bernama Vino dan Riska. aku adalah gadis remaja yang sudah menginjak usia 17 tahun, yang hidup didalam keluarga yang brokenhome, yang selalu mendengarkan pertengkran kedua orangtuanya sendiri, beruntung aku mempunyai sahabat yang slalu bisa menjadi tempatku bercerita, aku dan riska sudah bersahabat sejak kecil, sedangkan dengan Vino aku sudah bersahabat sejak SMP kedekatan kami bertiga terjalin begitu saja, sampai sekarang.)

    *tanpa berpikir panjang, kuraih handphoneku dan menelpon riska*
"Halo ris,,"
"iya kenapa Fris?.."
"Malam ini gue nginep dirumah lu ya, gue males banget sama orang-orang rumah" ucapku
"lah, yaudah fris, santai aja, lagi nyokap bokap gue juga lagi pergi, gue sendiri nih, nanti sekalian gue ajak vino deh kerumah" ucap Riska
"Okeh deh, gue Otw sekarang ya ris, hehe maaf ngerepotin lu" 
"Yaampun Fris santai aja, kitakan udah temenan sejak umur kita 1 detik hahaha"
"hahaha bisa aja lu ris, yaudah, nanti lu langsung hubungin Vino aja, gue beresin baju dulu, byee"
(kemudian kumatikan telpon genggam ku sebelum muncul perbincangan lagi antara aku dan Riska, setelah selesai beres-beres dan merapihkan pakaianku aku keruang tamu dan mengambil kunci mobil)

"kamu mau kemana sayang?" tanya mama kepadaku
"Aku mau pergi dari rumah ini, aku gak betah ada disini, apa mama sama papa gak pernah mikir tentang perasaan aku yang selalu mendengar perdebatan mama sama papa tanpa mikirin perasaan aku?" jawabku kepada mama
"Memangnya kamu mau kemana nak?" tanya papa kepadaku
"aku mau kerumah Riska yang lebih nyaman dibandingkan rumah ini"

     Kemudian aku pergi meninggalkan papa dan mama yang masih berdebat.
"Loh mama gimana sih, gak becus jadi mama, anaknya pergi bukannya dihalangin."
"kenapa papa jadi nyalahin mama sih?, kenapa papa gak nahan Friska buat bawa mobil?" 
" kan kamu mamanya?"
"Terus kamu siapa? supirnya?"
"mama jangan jadi kurang ajar ya sama papa?"
"kenapa pah?.,, papa mau marah sama mama? papa mau tampar mama?.."
"Ah sudahlah, papa males sama mama, papa gak ngerti kenapa setiap hari kita harus selalu berdebat dengan  persoalan yang sama, lama-lama papa bisa gila tau gak?" ucap papa kepada mama, dan kemudian papa pergi meninggalkan mama kekamar.
"Memangnya kamu pikir aku gak capek?, aku begini karna aku sayang sama kamu pah, aku cuma takut kamu kecantol dengan sekretarismu itu" dan kemudian mama menangis diruang tamu.

   Aku yang masih mengendarai mobil menuju rumah Riska berfikir sejenak dan aku berfikir lebih baik aku pergi kegereja, yang selalu menjadi tempat untuk menampung diriku, tempat yang mampu membuatku lebih tenang, gereja yang tidak jauh tempatnya dari rumahku, jadi sebelum kerumah Riska mungkin lebih baik, aku masuk kedalam gereja untuk menceritakan sedikit keluhanku kepada Bapa.

   Sesampai friska di gereja, ia langsung duduk dan berdoa dengan membentuk salib.


"Tuhan allah bapa yang bertatah didalam kerajaan surga, aku berdoa kepadamu, ya bapa mengapa kedua orang tuaku tidak bisa saling menyayangi seperti dahulu?, mengapa kau berikan kebencian diantara  mereka berdua, Bapa engkau yang maha pengasih dan penyayang, sebentar lagi natal, dan aku sangat merindukan natal yang damai, dimana hanya ada aku, mama dan papa yang menikmati natal yang indah, dimana aku bisa merasakan, keindahan damai, yang kau berikan, Bapa aku tidak butuh kekayaan yang telah kau berikan, aku hanya butuh cinta kasih dari kedua orangtuaku , aku menginginkan mereka berdua untuk saling mencintai satu sama lain. Bapa betapa besarnya kasih dan karuniamu, benar dalam hati ini aku merindukan natal beberapa tahun yang lalu,dimana hanya aku, mama dan papa yang merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli, disaat kami membuat kue salju kesukaanku,
Bapa hanya didalam tanganmu, aku menyerahkan segala kepercayaan, berkat hidup dan matiku. Amin"


    setelah selesai berdoa digereja, ia kemudian langsung bergegas menuju kerumah Riska, dalam perjalanan menuju rumah riska

   Karena ia tidak dapat mengontrol kecepatan dalam mengendarai mobilnya, terjadila hal yang tidak diinginkan, mobil yang ia kendarai oleng menabrak pohon. untuknya mobilnya menabrak pohon yang berdekatan dengan warung dan beberapa orang langsung berkerumunan mendatangi mobil Friska.

"astagah , eh itu ada apaan tuh,"
"eh ada kecelakaan tuh, tolongin yuk, tolongin"
kata seorang yang ada diwarung kopi. akhirnya mereka menolong Friska dengan menelpon pihak rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


      Mama seketika mengkhawatirkan keadaan Friska, biasanya kalau ia sudah sampai dirumah Riska pasti ia langsung menelpon kerumah, untuk memberi tahu. kemudian handphone mama berbunyi.
"Hallo, selamat malam"-ucap seseorang yang menelpon menggunakan handphone Friska.
"Iya, selamat malam, loh inikan nomor anak saya"
"ya, apa benar anak ibu yang bernama Friska Angella"
"iya saya sendiri ibunya, ya ada apa mas? ada apa dengan anak saya? saya mau bicara dengan anak saya, tolong kasih handphonenya ke anak saya"-ucap mama dengan nada yang panik
"Sebelumnya saya mau minta maaf karna telah lancang menggunakan handphone anak ibu, tapi ini mendadak dan sangat terdesak, saya hanya ingin memberitahu, bahwa anak ibu mengalami kecelakaan dan sekarang berada dirumah sakit Cinta Kasih, jika tidk keberatan saya berharap ibu segera menuju kesini"
"YaTuhan,,,... Pahhhh, Paahhhhh iya mas saya langsung kesana terimakasih mas"-ucap mama yang histeris saat endengar kabar anaknya *kemudian telpon dimatikan"

"Pahhh...., Papaahhhhhh...."-teriak mama
"Ada apaah sih ma?"
"Friska paa, Friska"
"Iya Friska kenapa sih ma? kok mama tiba-tiba histeris gini?"-ucap papa dengan binggung
"Friska anak kita, kecelakaan pahh, ao kita kerumah sakit sekarang pahh"*kemudian mama langsung menangis histeris, karna anak satu-satunya berada dirumah sakit
"Astagah YaTuhan, cobaan apa ini, yaudah maa, mama tenang dulu sekarang kita pergi kerumah sakit"*Papa dan Mama langsung pergi menuju rumah sakit, dengan hati yang tidak karuan, tidak lupa juga mama menghubungi kedua sahabat Friska*

     mama mengirimkan pesan singkat kepada Riska dan Vino ia memberitau bahwa Friska mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada dirumah sakit. Akhirnya mama dan papa sampai dirumah sakit.
"sust, saya mau cari anak saya dia mengalami kecelakaan mobil sust, namanya Friska Angella"
 "ohhh, pasien Friska ada dikamar cempaka no 25"
"baik, terimakasih sust" mama pergi dengan sangat terburu-buru
"Mahhh,, tenang sabar, jangan buru-buru tungguin papa"
"ayo pahh, cepetan, ini ana kita yang kecelakaan" *mama masih terus menangis tanpa memperulikan papa yang masih tertinggal jauh olehnya. setelah sampai didepan kamarnya

"apakah ibunya?"
"ya mas, saya mamanya, terimakasih ya mas, maaf ngerepotin"
"ohh baik bu, tadi anak ibu di UGD, saya kurang tahu gimana keadaanya karna saya buka anggota keluarganya, kalau gitu ini barang-barang anak ibu saya harap tidak ada yang hilang bu, kalau gitu saya mau pamit pergi dulu, semoga anak ibu cepat sadar"-ucap seorang pemuda yang menolong Friska.
"iya mas, makasih maaf merepotkan, Tuhan yesus memberkati mas" *kemudian papa muncul*
"Gimana maa keadaan anak kita?"
"kita tunggu dokter pa" sembari menunggu mama masih terus menangis.

'yaTuhan sebenarnya cobaan apa yang kau berikan kepada keluargaku?'

"Udah maa, Jangan nangis, papa jadi sedih lihat mama"- kemudian papa langsungn memeluk mama.
   tidak berapa lama kedua sahabat Friska muncul, dan dokterpun keluar dari ruangan setelah menangani Friska
"Gimana dok keadaan anak saya?"
"Anak bapak dan Ibu mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepalanya, dan mengalami patah tulang dibagian kaki kanannya, dan beberapa luka ditangan, dan keadaan anak bapak sedang koma sekarang, tadi sudah saya tangani, dan kita tinggal berdoa saja, agar masa kritis anak bapak cepat berlalu, baik kalau gitu saya tinggal dulu pak"
"terimakasih dok"

"Ayo mah, kita lihat anak kita?"
"yaampun sayang, kamu kenapa? maafin mama sayang, gara-gara mama kamu jadi begini"
"maa, jangan salahin diri sendiri, ini juga kesalahan papa, seadainya papa ngelarang Friska pergi tadi, dia pasti gak akan kecelakaan" -kemudian papa dan mama saling berpelukan, dan saling menguatkan satu sama lain, mereka sadar karena keegoisan mereka, akhirnya Friska mengalami kecelakaan. sementara itu Riska dan Vino masih berada diluar kamar Friska.

"yaampun Vin, gimana ini Friska"-Riska berbicara kepada vino sambil menangis
"udahlah, kita berdoa aja sama tuhan biar gak kenapa-kenap Friska"

lalu didalam kamar mama dan papa masih berada disebelah kasur Friska sambil memegang tanganFriska mama memulai pembicaraan.
"pahh, mama minta maaf ya selama ini mungkin mama salah telah menuduh papa selingkuh dan lebih mementingkan pekerjaan mama, sampai-sampai mama juga tidak memperhatikan anak  kita"  mama berbicara sambil menahan air mata, dan kemudian papa langsung memeluk mama. "mahh, jangan minta maaf, ini juga salah papa yang juga jarang memperhatikan mama dan Friska dan keteledoran papa yang tidak bisa mengatur jadwal kantor papa" kemudian mama menangis dipelukkan papa.
"maaaa,, papa sayang sekali sama mama, sekarang kita harus sama-sama kuat ya untuk kesadaran anak kita" *papa memeluk erat mama*
"iya pah, mama juga sayang papa, makasih ya pa, iya mama aan kuat untuk kesadaran anak kita"

     kemudian papa keluar mendatangi kedua sahabat anaknya.
"gimana om keadaan Friska?"
"gini nak, dia kritis, karna teerjadi benturan yang cukup keras dikepalanya, jika kalian mau menemaninya tidak masalah"
"baik Om"-ucap Vino
"gini om, apakah kita boleh nginap juga sembari menunggu Friska, jadi om dan tante juga bisa pulang dulu untuk membawa baju, atau bebenah, aku juga udah telpon mamaku untuk kesini, jadi kita akan bersama-sama ngejaga Friska, jika om tidak keberatan" - ucap Riska
"Yaampun, om gak nyangka Friska punya sahabat yang sangat baik, tapi om takut ngerepotin kalian"
"engga ok om, kita justru senang bisa ngebantu om buat ngejaga Friska"-ucap vino
"Yasudah om, bilang dulu ya sama tante didalam"  *kemudian papa meninggalkan Riska dan Vino kedalam dan berbicara kepada mama.,awalnya mama tidak mau meninggalkan Friska, tapi setelah diyakinkan oleh papa akhirnya , mama setuju untuk pulang kerumah sebentar, karena disini juga ada vino adn riska yang akan menemani anaknya*

"Ris, Vin tante nitip Friska ya, nanti kalau dia sadar langsung hubungi tante ya, nanti tante akan telpon orang tua kalian, bakwa kalian ada dirumah sakit untuk menemani Friska, Yatuhan beruntung sekali anak tante punya sahabat seperti kalian"
"iya tante, gak usah repot-repot bilang ke orang tua kita, mamaku sudah tahu kok, dan dia nanti juga akan kesini untuk mengantarkan baju ganti untuk aku, dan mamanya vino juga begitu, benerkan vin?"
"iya tante, kita justru yang beruntung punya sahabat yang kayak Friska"-ucap vino sembari meyakinkan mama Friska.
"ya Sudah, tante tinggal, maaf sekali kalau tante dan om harus merepotkan kalian berdua, semoga Tuhan akan membalas kebaikkan kalian ya sayang, tante pulang sebentar"-sambil mengelus kepala Riska dan Vino,mama dan papa akhirnya pulang.

"Yaampun Fris, kenapa lu bisa begini sih, baru tadi lu telpon gue, bangun dong Fris, lu gak seru kalau diem begini" sambil mengelus kepala Friska
"udah ris, jangan digituin Friskanya mendingan sekarang kita berdoa buat dia, ayo, kita berdoa yuk, sekarang kita berdua pegang tangan Friska, lu dikanan gue dikiri"
dan akhirnya vino dan riska berada disebelah kanan dan kiri Friska dan memegang tangan sahabatnya, dan doapun dipimpin oleh Vino.

"Tuhan yesus, engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, malam ini teman kami, saudara kami dan orang yang saya cintai telah terbaring diruangan ini akibat kecelakaan yang menimpanya, Tuhan kami berada disini atas kehendakmu, engkau mengiring kami untuk menemani Friska malam ini untuk melewati malam ini, Tuhan engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, berikanlah kekuatan untuk Friska agar ia bisa melewati masa kritisnya, Tuhan engkau sungguh baik, segala sesuatu yang terjadi pasti selalu berdasarkan kehendakmu, tapi kami berdoa  disini diruangan ini, agar kau berikan kesadaran dan mujizat untuk Friska, kiranya engkau senantiasa memberikan berkat dan rahmatmu kemapadanya, Tuhan Friska adalah seorang sahabat yang menyenangkan, kami meminta kepadamu, agar kau dapat memberikan kekuasaan yang terbaik, tuhan kami tahuengkau berada didalam ruangan ini, kiranya kau berkati juga dokter dan suster yang menangani Friska, Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang , kami meminta kepada kau, kiranya kau berikan hati yang kuat, dan iklas untuk kedua orang tua Friska agar mereka dapat dengan sabar menemani Friska yang sedang Kritis ini, tuhan hanya didalam tanganMu kami berdoa dan mengucap syukur, kami harap agar dapat terjadi mujizat untuk Friska dan ia akan segera sadar, terimakasih Tuhan. Amin."
       Doa yang dihaturkan ole vino seketika membuat perasaan riska juga menjadi tenang, dan membuat vino juga lebih lega, karena setidaknya ia sudah menghanturkan doa kepada tuhan untuk sosok yang sebenarnya ia kagum-kagumkan sejak SMA tapi apa daya, bahwa Friska lebih mengutamakan perasahabatannya dengan Vino dibandingkan cintanya.

"vin, maksudnya apaan tadi yang kalimat 'orang yang saya sayangi'?"
"ha? apa ris, ya gitu"
"lu ada hati sama Friska?,"-tanya riska
"Ah kepo banget deh ris, udah gak usah nanya aneh-aneh, itukan hanya doa, tuhan tahu kebenaran hati gue kok"-jawab vino
"yaudah biasa aja vin, kan gue cuma nanya dan mau memastikan aja, apa gue salah denger atau gimana?" -jawab riska.
"yaudah ris, mending lu tidur duluan aja, nanti kita gantian ngejagain Friskanya, tapi gue 15menit keluar bentar beli makan sama mau ngehubungin nyokap gue".

   dan akhirnya vino meninggalkan riska dikamar, agar ia bisa keluar untuk memberitahu kepada ibunya. setelah ia memberikan kabar kepada ibunya, ia pergi keluar untuk membeli beberapa makanan untuk riska sembari menunggu Friska sadar. mama dan papa sudah kembali lagi kerumah sakit dan semuanya bergantian menjaga Friska, namun tidak ada perkembangan yang terjadi terhadap Friska, doa yang dihaturkan mama dan papapun tidak putus, terkadang ada mama riska yang ikut menjaga, ada juga mamanya vino, mama riska yang dari luar kotapun pulang dengan cepat. setelah beberapa hari didalam kamar dan tidak ada perkembangan dokter juga binggung mengapa tidak ada perkembangan yang terjadi kepada Friska.

hari ke5 pada tanggal 17 desember yang tidak kusebutkan tahunnya.

"Tuhan, friska suka tempat ini, friska tidak ingin kembali kerumah, disini sangat tenang dan nyaman hanya ada aku dan tuhan, bisakah friska berada disini untuk selamanya". dan kemudian semuanya menjadi gelap, dan tiba - tiba friska membuka matanya.

"Om, Tante ini Friska ngebuka matanya"- ucap vino dengan nada yang bahagia
"ya Tuhan terimakasih"-ucapmama
"cepat panggil dokter"-kata papa
"iya om"-kata vino
semua orang yang berada didalam ruangan seketika sangat senang melihat keadaan friska yang sadar,  kemudian dokterpun tiba dikamar friska dan diharapkan hanya mama dan papalah yang ada diruangan, dan akhirnya vino dan riskapun keluar. setelah memeriksa keadaan Friska dokter sangat kebinggungan karna walau friska tersadar ia tidak merespon saat matanya disenterkan cahaya oleh dokter. mungkin ini masih akibat benturan yang terjadi dikepala friska. namun dokter masih harus menunggu perkembangan friska beberapa hari lagi, namun sebelum dokter meninggalkan ruangan
"dok...kkter..."
"astagah, YaTuhan"
dokterpun dibuat kaget, oleh ucapan friska yang sedari tadi tidak meberikan respon dan seketika memanggil dokter.
"pa, ma"
"puji tuhan bapak, ibu, ini adalah mujizat dari tuhan, baik, saya akaan memerikas friska sekali lagi"- setelah memeriksa friska dokter berkata "okeh, friska masih butuh banyak istirahat, kalau bisa jangan terlalu banyak diajak bicara yapak bu," ucap dokter
"baik dokter terimakasih banyak"-ucap papa
"yaamapun nak, mama gak nyangka kamu sadar sekarang, berarti tuhan mendengarkan doa mama dan papa selama beberapa hari ini sayang, maafin papa dan mama ya, seadaninya mama melarang kamu untuk keluar malam itu, pasti tidak akan terjadi seperti ini"- mama berbicara sampai menangis, dan seketika friska meneteskan airmata.
"ma. ma...aafiin...friska"ucapnya
"engga nak, ini kesalahan mama,"
"udah ma, friskanya jangan diaja bicara dulu, dia baru sadar dan masih harus istirahat, sayang kamu istirahat dulu yan, oh iya ada sahabat kamu diluar, sebentar ya papa panggil mereka dulu"
setelah papa memanggil vino dan riska masuk
"puji tuhan fris, lu sadar juga sekarang, yaampun "-riska berbicara sambil menangis
"ris, vin... ma...ka...sih..."-ucap friska terbata-bata
"udah fris, lu istirahat aja, gue disini buat lu kok, kita disini gak akan ada yang ninggalin lu sedetikpun"-ucap vino
"om, tante pulang dulu aja, kemarinkan saya dan riska sudah pulang untuk istirahat sebentar dirumah, buat hari ini biar saya dan riska yang menjaganya, toh nanti mama saya juga mau datang kesini pastnya, karna beliau pasti sangat senang telah mendengar kabar bahwa friska sudah sadar"