Ya memang sudah saatnya melepaskan cinta yang tidak sepantasnya membuat kita diam dan bertahan.
Tidak. Terkadang ia. Tidak . Terkadang ia
Bertahan. Pergi. Bertahan. Pergi
Ketika sudah mantap untuk benar benar pergi.
Ia kembali. Ya dia kembali.
Dengan sejuta goresan yang sebenarnya sudah lumayan pulih, maksudnya luka lama sudah kering hanya tinggal bekas saja tetapi ia kembali. Mencoba mencari luka lamaku luka lama yang dulu ia perbuat. Luka lebam yang ia pukulkan bukan. Bukan dipukul lebih tepatnya dihantam oleh ucapan pisah darinya dan memilih mencintai wanita lain.
tidak bisa. Aku tidak ingin kembali lagi, mungkin luka lebam yang pada saat itu tanpa sadar ia berikan kepadaku sudah membaik, tapi pikiranku atau lebih tepatnya ingatan atas kejadian itu masih jelas. Benar benar masih jelas.
Aku bertanya kepada tuhan "apakah mencintai harus sesakit ini? , apakah mencintai harus seburuk ini? Atau apakah mencintai harus sehina ini?"
apa yang sebenarnya yang terjadi?
Pertemuan. Tidak itu hanya kebetulan berpapasan.
Kejadian. Bukan lebih tepatnya selingan hidup.
Pernah mengikat janji? Halah itu hanya slogan agar kau bertahan dengan tidak kepastian.
Untuk wanita, lelaki yang benar benar ingin mencintaimu dengan tulus tidak akan membiarkan kau bertahan sendirian bahkan ia tidak akan menancapkan luka yang begitu dalam.
Dan
Untuk lelaki, wanita yang benar benar mencintaimu dengan tulus tak pernah membiarkan kau selalu menjadi sandaran bagi dia. Wanita memang lemah tapi terkadang ia mencoba kuat agar saat kau terjatuh ia juga bisa membantu engkau berdiri.
Tidak ada wanita yang kuat bahkan tidak ada juga wanita yang lemah. Wanita kuat dan wanita lemah tergantung bagaimana cara ia memperlakukan dirinya. Tergantung bagaimana sosok laki laki memperlakukannya. Terlepas dari itu.
Cinta itu hina.
Cinta itu menjijikan.
Bahkan cinta itu berbau.
Tergantung bagaimana cara kita memperlakukan cinta
Cinta bagaikan hantu
Cinta bagaikan malaikat
Cinta tidak berwujud
Cinta tak berbentuk
Ingat jika kamu berani masuk dan mencoba mengenal cinta kau harus berami menerima resikonya, seperti apa yang telah aku rasakan aku hanya berani mencoba dan mengenal makannya aku tidak siap menerima resikonya.
Bertahan itu bukan tentang manusia yang setia dengan hubungannya tapi tentang perasaan yang tetap menjaga kesetiaan bersama-sama dengan komitmen yang meyakinkan. Buat apa bertahan jika hati atau perasaan sudah tidak setia, atau tiba tiba ada saja perasaan meninggalkan namun tidak tega. Tidak tega melepaskan karna takut hati yang satu benar benar tersakiti.
Tidak, kau harus tau, tidak semua hati mampu untuk pergi pada sebuah kejadian, gampangnya begini, kau meninggalkan aku, sedangkan aku masih berada dalam kenangan tersebut.
Terkadang kita berfikir tuhan tidak adil. Tapi tuhan adil mengapa? Setiap doa, setiap ucapan, setiap harapan yang dilontarkan manusia adalah ingin mendapatkan pasangan yang terbaik. Maka dari itu akupun sadar lelaki yang meninggalkanku sekarang bukanlah yang terbaik. Jikalau memang dia jalanku kedepannya nanti. Aku siap dengan rencana tuhan.
Tapi untuk saat ini.
Untuk waktu ini.
Aku memutuskan pergi. Dan membiarkanmu juga pergi, walau kau sudah lebih dulu pergi dibandingkanku, dan mulai saat ini aku biarkan kau pergi. Dan kubiarkan kenangan kita berakhir tanpa harus dibangun kembali.
Pergilah bersama pasangan barumu, dan doakan aku segera mendapatkan penggantimu😀😊.