Wednesday, June 22, 2016

Kubiarkan kau pergi

Ya memang sudah saatnya melepaskan cinta yang tidak sepantasnya membuat kita diam dan bertahan.
Tidak. Terkadang ia. Tidak . Terkadang ia

Bertahan. Pergi. Bertahan. Pergi
Ketika sudah mantap untuk benar benar pergi.
Ia kembali. Ya dia kembali.
Dengan sejuta goresan yang sebenarnya sudah lumayan pulih, maksudnya luka lama sudah kering hanya tinggal bekas saja tetapi ia kembali. Mencoba mencari luka lamaku luka lama yang dulu ia perbuat. Luka lebam yang ia pukulkan bukan. Bukan dipukul lebih tepatnya dihantam oleh ucapan pisah darinya dan memilih mencintai wanita lain.

tidak bisa. Aku tidak ingin kembali lagi, mungkin luka lebam yang pada saat itu tanpa sadar ia berikan kepadaku sudah membaik, tapi pikiranku atau lebih tepatnya ingatan atas kejadian itu masih jelas. Benar benar masih jelas.

Aku bertanya kepada tuhan "apakah mencintai harus sesakit ini? , apakah mencintai harus seburuk ini? Atau apakah mencintai harus sehina ini?"

apa yang sebenarnya yang terjadi?
Pertemuan. Tidak itu hanya kebetulan berpapasan.
Kejadian. Bukan lebih tepatnya selingan hidup.
Pernah mengikat janji? Halah itu hanya slogan agar kau bertahan dengan tidak kepastian.

Untuk wanita, lelaki yang benar benar ingin mencintaimu dengan tulus tidak akan membiarkan kau bertahan sendirian bahkan ia tidak akan menancapkan luka yang begitu dalam.

Dan

Untuk lelaki, wanita yang benar benar mencintaimu dengan tulus tak pernah membiarkan kau selalu menjadi sandaran bagi dia. Wanita memang lemah tapi terkadang ia mencoba kuat agar saat kau terjatuh ia juga bisa membantu engkau berdiri.

Tidak ada wanita yang kuat bahkan tidak ada juga wanita yang lemah. Wanita kuat dan wanita lemah tergantung bagaimana cara ia memperlakukan dirinya. Tergantung bagaimana sosok laki laki memperlakukannya. Terlepas dari itu.

Cinta itu hina.
Cinta itu menjijikan.
Bahkan cinta itu berbau.
Tergantung bagaimana cara kita memperlakukan cinta

Cinta bagaikan hantu
Cinta bagaikan malaikat
Cinta tidak berwujud
Cinta tak berbentuk

Ingat jika kamu berani masuk dan mencoba mengenal cinta kau harus berami menerima resikonya, seperti apa yang telah aku rasakan aku hanya berani mencoba dan mengenal makannya aku tidak siap menerima resikonya.

Bertahan itu bukan tentang manusia yang setia dengan hubungannya tapi tentang perasaan yang tetap menjaga kesetiaan bersama-sama dengan komitmen yang meyakinkan. Buat apa bertahan jika hati atau perasaan sudah tidak setia, atau tiba tiba ada saja perasaan meninggalkan namun tidak tega. Tidak tega melepaskan karna takut hati yang satu benar benar tersakiti.

Tidak, kau harus tau, tidak semua hati mampu untuk pergi pada sebuah kejadian, gampangnya begini, kau meninggalkan aku, sedangkan aku masih berada dalam kenangan tersebut.

Terkadang kita berfikir tuhan tidak adil. Tapi tuhan adil mengapa? Setiap doa, setiap ucapan, setiap harapan yang dilontarkan manusia adalah ingin mendapatkan pasangan yang terbaik. Maka dari itu akupun sadar lelaki yang meninggalkanku sekarang bukanlah yang terbaik. Jikalau memang dia jalanku kedepannya nanti. Aku siap dengan rencana tuhan.

Tapi untuk saat ini.
Untuk waktu ini.
Aku memutuskan pergi. Dan membiarkanmu juga pergi, walau kau sudah lebih dulu pergi dibandingkanku, dan mulai saat ini aku biarkan kau pergi. Dan kubiarkan kenangan kita berakhir tanpa harus dibangun kembali.
Pergilah bersama pasangan barumu, dan doakan aku segera mendapatkan penggantimu😀😊.

Sunday, June 19, 2016

21 april 2016

Hari itu kau genggam tanganku dengan ketakutanku, setelah semalam suntuk aku menangis tak henti, ya aku harus kuat, dihari itu juga kau membatalkan rencana kepergian kita untuk pekerjaanmu dan aku kembali mengerti engkau.
Kamu bilang dihari itu, kamu tidak akan mencintai wanita yang nyatanya sekarang menjadi kekasihmu itu. SAKIT? APAKAH KAU TAHU RASANYA LELAH PERCAYA KEPADA ORANG YANG KITA CINTAI?

kau berdusta!
Kau berkhianat!
Kau bahkan berani berbohong pada keyakinanku.

Ucapanmu, tingkahmu, perlakuanmu begitu menyedihkan ketika ku tau segalanya. Lelah? Sakit? Kecewa? Tidak dapat diungkapkan lagi.

Disaat semua menjatuhkanmu
Disaat semua menjelekkanmu
Disaat semua inginku pergi darimu.

Yang aku tau kau baik dan tidak akan mengecewakanku

TAPI? AKU MUNGKIN SAJA SALAH.

ya, aku sadar aku salah
Kepercayaanku
Kesetiaanku
Kecintaanku kepadamu
Dengan mudahnya kau patahkan tanpa bentuk.

Semua yang kulakukan terhadapmu, semua yang ku korbankan kepadamu ? SIA SIA

TIDAK ADA CINTA!😧

Dengan mudahnya kau mengusaikan semuanya
Dengan mudah kay bangunkanku dari khayalan mimpi yang selalu aku dambakan, yang selalu orang orang disekelilingku dambakan betahah indahnya cinta kita walau memiliki perbedaan.
Dan
DENGAN MUDAHNYA KAU KEMBALI BELAJAR MENCINTAI WANITA LAIN.
SEDANGKAN AKU?
YA AKU! AKU HARUS MATI MATIAN BERUSAHA MEMBUNUH CINTA INI.

Kau tau aku tidak pernah tega mengucapkan kata kata kasar terhadap dirimu. Dan akhirnya aku harus bertanya kepada diriku sendiri APAKAH AKU MAMPU MEMBUNUH CINTA INI? Sedangkan kamu dengan teganya membuangku, membuang kisah kita, membuang cerita kita, ya membuang segalanya.

Disaat aku tak punya ALASAN mencintaimu tapi kau ingin aku MENCARI jawaban untuk membencimu.

Seadainya bisa ku berteriak "apakah cinta sebajingan ini?"

Dan mulai detik itu
Dan mulai menit itu
Dan mulai jam itu
Dan pada hari itu
Bahkan pada saat itu
Aku memutuskan untuk MENUTUP HATI!

Monday, June 6, 2016

Falling in love with another boy (?) Part 2

Merenung terus merenung...
Tanpa henti
Tanpa henti
Tanpa jeda
Tanpa pusing
Namun air mata lisa terus
Ya terus turun tanpa henti.
Iya, lisa begitu egois dan terlalu menginginkan adit, sebab apa? Adit selalu disini dipikirannya, adit selalu meyakinkan lisa, disaat lisa jenuh dengan hubungan yang tak akan menyatu, adit menguatkan dan berkata mereka berdua mampu melewati semuanya.

Tepat pukul 11.00 malam hujan yang turunpun berhenti, lisa seperti tak punya tujuan hidup dan ia berfikir untuk kembali kerumah dijalan ia berkata dalam hati " Dan sekarang gue paham
Tuhan lagi menguji gue untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Gak selamanya gue berdoa dan mengucap syukur dengan hati yang senang dan gembira. Pada akhirnya guepun berdoa dengan hati yang teriris dan perasaan sesak, dan tetap mengingatkan gue bahwa gue tetap harus bersyukur dengan apa yang terjadi.
Gue tahu tuhan mau yang terbaik untuk anaknya, mungkin gue sering lupa sama tuhan makannya dia kasih cobaan yang engga gue sangka2 sampe sekarang.
Terimakasih tuhan engkau telah mengingatkanku betapa sayangnya engkau terhadap ku 😇"

Terus dan terus, ia berfikir apa yang tuhan inginkan, cintanya terhadap adit sangat kuat, ia berfikir apakah tuhan juga iri kepada adit sehingga tuhan mematahkan hatinya melalui adit.

Sesampai dirumah "sayang, aku mau ketemu kamu ada waktukan buat aku?" Itulah pesan singkat yang lisa kirim untuk adit, disamping itu.

"Ahhh gila nih cewe menarik banget sih, masa ia harus deket sama dia? Terus lisa gimana? Ah bodo amatlah, sama lisa juga gak bakalan terus terusan sama dia" ya, kehidupan adit berwarna walau telah mematahkan hati lisa. Kemudian adit membaca pesan singkat lisa "gak bisa aku sibuk. Kapan kapan aku kabarin" dengan cuek adit membalas pesan singkat itu.

"Maafin aku ya lisa, maaf karna aku udah nyakitin kamu
Maaf cara aku salah ya lis, aku juga sayang sama kamu, cuma kita gak bisa terus terus begini, semoga kamu paham ya lis cara aku kekamu, jangan benci sama aku"
Adit menggucapkannya dalam hati, sebenarnya adit juga mencintai lisa namun semuanya menurutnya juga akan sia-sia

"Dit, lisa sakit"
"Dit, lisa kenapa?"
"Dit, lisa kok gak mau makan?"
"Dit, kalian putus?"

Semua pertanyaan itu mengentayangi adit terus menerus, merasa bersalah? Entahlah apa yang dirasakan adit. Semua kawan kawan lisa khawatir atas apa yang terjadi.

" Mau diungkapin dengan sejuta katapun, perasaan ini sama pikiran ini tetep aja sulit ditebak,
Bisa gak sih semuanya kembali normal lagi, kembali biasa aja, kembali seperti awal.
Kenapa perasaan gue mengatakan untuk gue pergi dari kehidupan gue sekarang,
Gak ada lagi semangat
Gak ada lagi tujuan
Gak ada lagi arah yang harus gue lalui
Gue engga ngerti sama definisi apapun yang mengatakan semua akan baik baik aja sampai saatnya tiba.
Gue cuma mau kek orang orang aja tetep nikmatin hidup walau banyak tekanan dari berbagai pihak manapun,
Gue ngerasa bahagia yang gue milikin sekarang tetep gak ada artinya karna gak bisa ngebuat gue buat tersenyum lepas.
Gue mau ngelepas hidup gue sebagaimana mestinya
Tapi bukan hal yang menyakitkan perasaan orang lain ataupun menyakiti batin gue sendiri.
Yang gue mau tuh apa yang gue lakuin itu menjadi berkat bukan menjadi malapetaka.
Gue gak paham sama segalanya gue gak ngerti harus gimana, gue gk tau harus berbuat apa, rasanya hidup gue sekarang itu hambar aja, abu abu, dan gak bermakna.
Ahhh gak taulah
Gue gk tau harus nyalahin siapa,
Gue gk tau harus benci siapa.
Yang gue tau segalanya ancur dihidup gue."
Ucap lisa sambil terisak isak, tangisnya.
Sedih? Jujur sangat sedih yang dirasakan lisa, sedangkan adit? Apa dia peduli??? "Dit kamu kemana? Seharian gak ngabarin aku?" Pecah semua pecah tangis itu pecah kembali, dan lisa hanya mampu berdoa dengan penuh kekhawatiran.....




Tunggu berikutnya, kalau bisa bantuin alur yaaa makasihhh para pembaca😘😚

Sunday, June 5, 2016

Falling in love with another boy (?) Part 1

"Emangnya salah ya hubungan kita ini? Salah kalau aku maunya kamu, ihhh ini kenapa sih? Emangnya ahhh." Seketika wanita itu menangis dengan sesak di hatinya, dan merasa seketika dunia berubah. Ia merasa tak ada artinya.
"Bukan begitu lis, cuma kita emang gak akan bisa bersama." Lelaki itu berkata dengan suara lembut dan tatapan kosong dan putus asa.

Ya hubungan yang manis dengan cinta yang begitu membara membuat sebuah celaka antara dua hati.
Cinta. Kasih sayang. Kepercayaan. Kebersamaan. Tuhan. Pengorbanan. Waktu. Semuanya kandas. Ya berakhir. Tak ada cinta. Tak ada canda dan tawa untuk sekarang. Lalu siapa yang tersakiti? Yang jelas keduanya sudah pasti tersakiti, lalu siapa yang harus disalahkan? Yang jelas bukan tuhan, bukan keadaan, bukan juga perasaan yang muncul ini. Lalu siapa? Entahlah begitu sulit untuk dijelaskan. Sulit dipahami. Sulit dirasakan. Sulit di cerna. Kutanya kepada kalian para pembaca. Cinta yang memiliki keyakinan berbeda. Siapakah yang salah? Kedua pasangan yang saling mencintai? Keadaan? Atau tuhan? Bahkan kita juga tidak bisa menyalahkan hal hal itu

"Tapi aku gak bisa, gak gampang buat ngakhirin semuanya, kenapa kamu selalu ngeyakinin aku tapi sekarang kamu yang minta aku pergi?! Semua, semuanya udah aku perjuangin! Ya tuhan." Lisa menangis. Seakan harapannya habis dan tak ada sisa jua

"Maaf, maafin aku. Aku gak mau kamu putus asa, bukan cuma kamu yang berjuang, aku juga berjuang lis,
Tapi aku gak mau ini berjalan cukup jauh lagi lis, kita emang gak akan bisa bersatu" aditya menatap kosong, seketika ia merasa bersalah terhadap wanita yang ia sayangin, ya malam itu terasa dingin untuk pasangan yang mengakhiri hubungan mereka. Hujan terus menguyuri kota jakarta.

"Iya dit, aku sadar kok kita gak bisa bersatu, makasih ya buat semuanya, aku yang salah ternyata, aku yang terlalu berharap kamu bakalan seutuhnya jadi milik aku" air mata itu terus menetes, namun hujan yang terus turun dan menguyur tubuh lisa menutupi air matanya.
Lisa memegang tangan adit "aku yang seharusnya minta maaf sama kamu, aku buat kamu binggung ya dit, maaf banget ya adit, lisa sayang adit" dengan suara yang tegar. "Aku kangen kamu yang dulu lis, disaat kamu gak punya perasaan apapun sama aku, maafin aku, aku mohon banget sama kamu. Mulai sekarang buang perasaan kamu sama aku ya" kemudian aditya memeluk lisa, badan lisa terasa kaku, semacam tak mampu bergerak, lelaki yang ia cintai meminta seperti itu ia tidak tau apa yang ia rasakan sekarang. Dengan suara mantap dan lantang lisa berkata kepada adit, sambil melepaskan pelukan adit dan menunduk. "Aku gak bisa aku masih butuh perhatian kamu, aku masih butuh semuanya, aku gak pernah begini karna cowo ,aku gak bisa nemuin orang lain lagi. Dit kamu aja bisa ngeyakinin aku, masa ia aku gak bisa ngeyakinin kamu? Dit aku mohon banget selama hubungan kita berjalan setahun lebih aku gak pernah nuntut apapunkan sama kamu"
"Lis, udah gak ada yang bisa diyakinin lagi hubungan kita, udah berakhir, aku gak mau kamu makin tersakiti karna hubungan ini, aku gak mau kamu terus bertengkar sama keluarga kamu, aku gak mau kamu terlalu jauh berharap, maaf." Dengan air mata yang tak henti-henti turun dari matanya "Hahahaha, tuhan itu maunya apa sih sama hubungan kita,ya tuhan aku gak tau mau gimana." Dan lisa pergi ditengah derasnya hujan meninggalkan aditya.

Ia lisa pergi dari taman kota , pergi kesebuah gereja dengan kuyupnya dan adit meninggalkan taman kota untuk kembali kerumah.

Aditya lelaki yang dibilang cukup tampan, bertanggung jawab, mempunyai masa depan yang menjamin.
Lisa putri wanita terbilang cukup muda, aktif, ceria dan yakin atas apa yang ia lakukan.

Sesampainya di gereja Lisa berdoa "Selamat malam bapa yang di surga, bisakah ku ceritakan keluhku saat ini dengan amarah? Dengan luka? Dengan kekecewaan. Apa yang sebenarnya terjadi, apakah salah jika mencintai seseorang yang tidak diciptakan dengan mempercayai engkau? Apakah salah? Apa yang harus aku lakukan? Apa cukup sampai disini perasaan ini? Aku butuh dia tuhan untuk melewati segala hal nya, apa segala upayaku untuk berjuang kurang?, segala doa yang aku harapkan tidak dapat terkabul? Ya aku berharap untuk tetap memilikinya, ya tuhan maafkan aku yang terlalu berharap diluar rencanaMu, tak ada kata yang bisa aku ucapkan, aku iklas ya tuhan. Terimakasih" setelah berdoa lisa meninggalkan gereja baru saja mengeginjakkan kaki keluar dari gereja, aditya datang sambil membawa jaket dan ia menggunakan payung.

"Sayang, nanti kamu sakit, ayok aku anterin pulang" dan ternyata itu hanya imajinasi lisa yang menggila. Aditya dirumah, tidak memperdulikan keadaan lisa. "Ya Allah maafkan hambamu ini, maafkan hamba yang melukai hati seorang wanita, wanita baik nan tulus yang mencintai hambamu in ya Allah" setelah sholat aditya teringat kejadian kejadian bersama dengan lisa. Namun disamping itu ternyata ada wanita yang mengisi pikiran adit juga. Hujan masih terus mengguyur ibu kota jakarta. Dengan tertatih tatih lisa berjalan tanpa ada tujuan kemana akan kembali. Seperti habis harapannya dan akhirnya ia kembali lagi ketaman kota itu, duduk sendirian, berharap kejadian itu hanyalah mimpi buruk terhadap hubungannya dengan adit.

Begitu. Ya. Cinta membara terbakar dan padam seketika tanpa ada sisa. Hanyalah asap kebal yang menjadi pengingat. Sifat hewani lisa yang membuatnya yakin. Keegoisan adit yang membuatnya percaya.
Berfikir. Ya terus berfikir. Terus. Terus dan terus........

















Tunggu di part berikutnya yaaaa