Sunday, June 5, 2016

Falling in love with another boy (?) Part 1

"Emangnya salah ya hubungan kita ini? Salah kalau aku maunya kamu, ihhh ini kenapa sih? Emangnya ahhh." Seketika wanita itu menangis dengan sesak di hatinya, dan merasa seketika dunia berubah. Ia merasa tak ada artinya.
"Bukan begitu lis, cuma kita emang gak akan bisa bersama." Lelaki itu berkata dengan suara lembut dan tatapan kosong dan putus asa.

Ya hubungan yang manis dengan cinta yang begitu membara membuat sebuah celaka antara dua hati.
Cinta. Kasih sayang. Kepercayaan. Kebersamaan. Tuhan. Pengorbanan. Waktu. Semuanya kandas. Ya berakhir. Tak ada cinta. Tak ada canda dan tawa untuk sekarang. Lalu siapa yang tersakiti? Yang jelas keduanya sudah pasti tersakiti, lalu siapa yang harus disalahkan? Yang jelas bukan tuhan, bukan keadaan, bukan juga perasaan yang muncul ini. Lalu siapa? Entahlah begitu sulit untuk dijelaskan. Sulit dipahami. Sulit dirasakan. Sulit di cerna. Kutanya kepada kalian para pembaca. Cinta yang memiliki keyakinan berbeda. Siapakah yang salah? Kedua pasangan yang saling mencintai? Keadaan? Atau tuhan? Bahkan kita juga tidak bisa menyalahkan hal hal itu

"Tapi aku gak bisa, gak gampang buat ngakhirin semuanya, kenapa kamu selalu ngeyakinin aku tapi sekarang kamu yang minta aku pergi?! Semua, semuanya udah aku perjuangin! Ya tuhan." Lisa menangis. Seakan harapannya habis dan tak ada sisa jua

"Maaf, maafin aku. Aku gak mau kamu putus asa, bukan cuma kamu yang berjuang, aku juga berjuang lis,
Tapi aku gak mau ini berjalan cukup jauh lagi lis, kita emang gak akan bisa bersatu" aditya menatap kosong, seketika ia merasa bersalah terhadap wanita yang ia sayangin, ya malam itu terasa dingin untuk pasangan yang mengakhiri hubungan mereka. Hujan terus menguyuri kota jakarta.

"Iya dit, aku sadar kok kita gak bisa bersatu, makasih ya buat semuanya, aku yang salah ternyata, aku yang terlalu berharap kamu bakalan seutuhnya jadi milik aku" air mata itu terus menetes, namun hujan yang terus turun dan menguyur tubuh lisa menutupi air matanya.
Lisa memegang tangan adit "aku yang seharusnya minta maaf sama kamu, aku buat kamu binggung ya dit, maaf banget ya adit, lisa sayang adit" dengan suara yang tegar. "Aku kangen kamu yang dulu lis, disaat kamu gak punya perasaan apapun sama aku, maafin aku, aku mohon banget sama kamu. Mulai sekarang buang perasaan kamu sama aku ya" kemudian aditya memeluk lisa, badan lisa terasa kaku, semacam tak mampu bergerak, lelaki yang ia cintai meminta seperti itu ia tidak tau apa yang ia rasakan sekarang. Dengan suara mantap dan lantang lisa berkata kepada adit, sambil melepaskan pelukan adit dan menunduk. "Aku gak bisa aku masih butuh perhatian kamu, aku masih butuh semuanya, aku gak pernah begini karna cowo ,aku gak bisa nemuin orang lain lagi. Dit kamu aja bisa ngeyakinin aku, masa ia aku gak bisa ngeyakinin kamu? Dit aku mohon banget selama hubungan kita berjalan setahun lebih aku gak pernah nuntut apapunkan sama kamu"
"Lis, udah gak ada yang bisa diyakinin lagi hubungan kita, udah berakhir, aku gak mau kamu makin tersakiti karna hubungan ini, aku gak mau kamu terus bertengkar sama keluarga kamu, aku gak mau kamu terlalu jauh berharap, maaf." Dengan air mata yang tak henti-henti turun dari matanya "Hahahaha, tuhan itu maunya apa sih sama hubungan kita,ya tuhan aku gak tau mau gimana." Dan lisa pergi ditengah derasnya hujan meninggalkan aditya.

Ia lisa pergi dari taman kota , pergi kesebuah gereja dengan kuyupnya dan adit meninggalkan taman kota untuk kembali kerumah.

Aditya lelaki yang dibilang cukup tampan, bertanggung jawab, mempunyai masa depan yang menjamin.
Lisa putri wanita terbilang cukup muda, aktif, ceria dan yakin atas apa yang ia lakukan.

Sesampainya di gereja Lisa berdoa "Selamat malam bapa yang di surga, bisakah ku ceritakan keluhku saat ini dengan amarah? Dengan luka? Dengan kekecewaan. Apa yang sebenarnya terjadi, apakah salah jika mencintai seseorang yang tidak diciptakan dengan mempercayai engkau? Apakah salah? Apa yang harus aku lakukan? Apa cukup sampai disini perasaan ini? Aku butuh dia tuhan untuk melewati segala hal nya, apa segala upayaku untuk berjuang kurang?, segala doa yang aku harapkan tidak dapat terkabul? Ya aku berharap untuk tetap memilikinya, ya tuhan maafkan aku yang terlalu berharap diluar rencanaMu, tak ada kata yang bisa aku ucapkan, aku iklas ya tuhan. Terimakasih" setelah berdoa lisa meninggalkan gereja baru saja mengeginjakkan kaki keluar dari gereja, aditya datang sambil membawa jaket dan ia menggunakan payung.

"Sayang, nanti kamu sakit, ayok aku anterin pulang" dan ternyata itu hanya imajinasi lisa yang menggila. Aditya dirumah, tidak memperdulikan keadaan lisa. "Ya Allah maafkan hambamu ini, maafkan hamba yang melukai hati seorang wanita, wanita baik nan tulus yang mencintai hambamu in ya Allah" setelah sholat aditya teringat kejadian kejadian bersama dengan lisa. Namun disamping itu ternyata ada wanita yang mengisi pikiran adit juga. Hujan masih terus mengguyur ibu kota jakarta. Dengan tertatih tatih lisa berjalan tanpa ada tujuan kemana akan kembali. Seperti habis harapannya dan akhirnya ia kembali lagi ketaman kota itu, duduk sendirian, berharap kejadian itu hanyalah mimpi buruk terhadap hubungannya dengan adit.

Begitu. Ya. Cinta membara terbakar dan padam seketika tanpa ada sisa. Hanyalah asap kebal yang menjadi pengingat. Sifat hewani lisa yang membuatnya yakin. Keegoisan adit yang membuatnya percaya.
Berfikir. Ya terus berfikir. Terus. Terus dan terus........

















Tunggu di part berikutnya yaaaa

No comments:

Post a Comment