Saturday, December 24, 2016

SELEMBUT DAN SEMANIS KUE SALJU part 1

Hari ini, 12 desember untuk tahun yang tidakku sebutkan 


"ini mama kenapa lagi sih?"
"kok mama lagi sih?, papa yang kenapa, setiap kali selalu nyalahin mama!" bentak mama kepada papa.
           inilah kejadian setiap hari yang selalu gue dengar, keributan kedua orang tua gue, yang gak pernah jelas, apa yang selalu mereka perdebatkan.

"UDAH-UDAH, MAMA SAMA PAPA KENAPA SIH SETIAP HARI BERANTEM TERUS?*bentakku kepada mereka.
"gimana mama sama papa gak berantem nak, kalau papamu gak nyalahin mama?"
"HAH, mama pikir papa mau nyalahin mama, kalau mama gak nuduh yang engga-engga sama papa sih ya masalah"
"loh, emangnya mama nuduh apa sama papa?, mama tuh kalau ngomong sudah pasti yang bener-bener kenyataan"  sahut mama kepada papa.

        'ah rasanya aku mau pergi dari rumah ini, yatuhan kenapa sih mereka berdua selalu ribut'
(ya, dulu kehidupan keluarga gue, gak seburuk ini, dulu keluarga gue dalam  kesulitan ekonomi, sampe-sampe mengharuskan nyokap gue buat kerja dan, karena bokap gue adalah atasan yang sedang diambang- abang jabatannya dia membutuhkan seorang sekertaris untuk membantunya bekerja, nah dari situlah perseturan antara nyokap dan bokap dimulai, disaat nyokap gue sudah menjamin dengan pekerjaannya, dan bokap juga begitu, sejak ia mendapatkan sekertaris, jadwalnya untuk meeting dengan para klien, mampu untuk dijadwalkan, tapi disitu pula awalnya pertengkaran kedua orang tua gue mulai, mereka mulai mengabaikan gue sebagai anaknya, ya mungkin karna gue adalah anak satu- satunya dan sudah menginjak usia remaja, jadi mereka tidak perlu khawatir tapi sebenernya dalam usia gue yang masih remaja seharusnya gue sedang dalam masa-masa diperhatikan oleh kedua orangtua gue)

"udah ya ma, cukup papa harus bilang berapa kali sama mama , kalau papa tuh gak pernah selingkuh sama sekretaris papa!" ucap papa yang tegas kepada mama
"halah sudahlah pah, tidak usah membela diri, jangan terlalu menyalahkan mama yang cemburu pa" saut mama yang tidak mau kalah dengan papa

(dan kemudian aku meninggalkan mereka berdua yang masih terus berdebat diruang tamu, ah kupikir, lebih baik aku pergi kerumah sahabatku, Riska namanya, sebelum ku menceritakan tentang sahabatku lebih baik kukenalkan diriku kepada kalian, Namaku adalah Friska biasanya teman-teman ku selalu memanggil fris atau iska, tapi ya itu tersera mereka mau memanggil apa, aku mempunyai dua orang sahabat yang bernama Vino dan Riska. aku adalah gadis remaja yang sudah menginjak usia 17 tahun, yang hidup didalam keluarga yang brokenhome, yang selalu mendengarkan pertengkran kedua orangtuanya sendiri, beruntung aku mempunyai sahabat yang slalu bisa menjadi tempatku bercerita, aku dan riska sudah bersahabat sejak kecil, sedangkan dengan Vino aku sudah bersahabat sejak SMP kedekatan kami bertiga terjalin begitu saja, sampai sekarang.)

    *tanpa berpikir panjang, kuraih handphoneku dan menelpon riska*
"Halo ris,,"
"iya kenapa Fris?.."
"Malam ini gue nginep dirumah lu ya, gue males banget sama orang-orang rumah" ucapku
"lah, yaudah fris, santai aja, lagi nyokap bokap gue juga lagi pergi, gue sendiri nih, nanti sekalian gue ajak vino deh kerumah" ucap Riska
"Okeh deh, gue Otw sekarang ya ris, hehe maaf ngerepotin lu" 
"Yaampun Fris santai aja, kitakan udah temenan sejak umur kita 1 detik hahaha"
"hahaha bisa aja lu ris, yaudah, nanti lu langsung hubungin Vino aja, gue beresin baju dulu, byee"
(kemudian kumatikan telpon genggam ku sebelum muncul perbincangan lagi antara aku dan Riska, setelah selesai beres-beres dan merapihkan pakaianku aku keruang tamu dan mengambil kunci mobil)

"kamu mau kemana sayang?" tanya mama kepadaku
"Aku mau pergi dari rumah ini, aku gak betah ada disini, apa mama sama papa gak pernah mikir tentang perasaan aku yang selalu mendengar perdebatan mama sama papa tanpa mikirin perasaan aku?" jawabku kepada mama
"Memangnya kamu mau kemana nak?" tanya papa kepadaku
"aku mau kerumah Riska yang lebih nyaman dibandingkan rumah ini"

     Kemudian aku pergi meninggalkan papa dan mama yang masih berdebat.
"Loh mama gimana sih, gak becus jadi mama, anaknya pergi bukannya dihalangin."
"kenapa papa jadi nyalahin mama sih?, kenapa papa gak nahan Friska buat bawa mobil?" 
" kan kamu mamanya?"
"Terus kamu siapa? supirnya?"
"mama jangan jadi kurang ajar ya sama papa?"
"kenapa pah?.,, papa mau marah sama mama? papa mau tampar mama?.."
"Ah sudahlah, papa males sama mama, papa gak ngerti kenapa setiap hari kita harus selalu berdebat dengan  persoalan yang sama, lama-lama papa bisa gila tau gak?" ucap papa kepada mama, dan kemudian papa pergi meninggalkan mama kekamar.
"Memangnya kamu pikir aku gak capek?, aku begini karna aku sayang sama kamu pah, aku cuma takut kamu kecantol dengan sekretarismu itu" dan kemudian mama menangis diruang tamu.

   Aku yang masih mengendarai mobil menuju rumah Riska berfikir sejenak dan aku berfikir lebih baik aku pergi kegereja, yang selalu menjadi tempat untuk menampung diriku, tempat yang mampu membuatku lebih tenang, gereja yang tidak jauh tempatnya dari rumahku, jadi sebelum kerumah Riska mungkin lebih baik, aku masuk kedalam gereja untuk menceritakan sedikit keluhanku kepada Bapa.

   Sesampai friska di gereja, ia langsung duduk dan berdoa dengan membentuk salib.


"Tuhan allah bapa yang bertatah didalam kerajaan surga, aku berdoa kepadamu, ya bapa mengapa kedua orang tuaku tidak bisa saling menyayangi seperti dahulu?, mengapa kau berikan kebencian diantara  mereka berdua, Bapa engkau yang maha pengasih dan penyayang, sebentar lagi natal, dan aku sangat merindukan natal yang damai, dimana hanya ada aku, mama dan papa yang menikmati natal yang indah, dimana aku bisa merasakan, keindahan damai, yang kau berikan, Bapa aku tidak butuh kekayaan yang telah kau berikan, aku hanya butuh cinta kasih dari kedua orangtuaku , aku menginginkan mereka berdua untuk saling mencintai satu sama lain. Bapa betapa besarnya kasih dan karuniamu, benar dalam hati ini aku merindukan natal beberapa tahun yang lalu,dimana hanya aku, mama dan papa yang merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli, disaat kami membuat kue salju kesukaanku,
Bapa hanya didalam tanganmu, aku menyerahkan segala kepercayaan, berkat hidup dan matiku. Amin"


    setelah selesai berdoa digereja, ia kemudian langsung bergegas menuju kerumah Riska, dalam perjalanan menuju rumah riska

   Karena ia tidak dapat mengontrol kecepatan dalam mengendarai mobilnya, terjadila hal yang tidak diinginkan, mobil yang ia kendarai oleng menabrak pohon. untuknya mobilnya menabrak pohon yang berdekatan dengan warung dan beberapa orang langsung berkerumunan mendatangi mobil Friska.

"astagah , eh itu ada apaan tuh,"
"eh ada kecelakaan tuh, tolongin yuk, tolongin"
kata seorang yang ada diwarung kopi. akhirnya mereka menolong Friska dengan menelpon pihak rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


      Mama seketika mengkhawatirkan keadaan Friska, biasanya kalau ia sudah sampai dirumah Riska pasti ia langsung menelpon kerumah, untuk memberi tahu. kemudian handphone mama berbunyi.
"Hallo, selamat malam"-ucap seseorang yang menelpon menggunakan handphone Friska.
"Iya, selamat malam, loh inikan nomor anak saya"
"ya, apa benar anak ibu yang bernama Friska Angella"
"iya saya sendiri ibunya, ya ada apa mas? ada apa dengan anak saya? saya mau bicara dengan anak saya, tolong kasih handphonenya ke anak saya"-ucap mama dengan nada yang panik
"Sebelumnya saya mau minta maaf karna telah lancang menggunakan handphone anak ibu, tapi ini mendadak dan sangat terdesak, saya hanya ingin memberitahu, bahwa anak ibu mengalami kecelakaan dan sekarang berada dirumah sakit Cinta Kasih, jika tidk keberatan saya berharap ibu segera menuju kesini"
"YaTuhan,,,... Pahhhh, Paahhhhh iya mas saya langsung kesana terimakasih mas"-ucap mama yang histeris saat endengar kabar anaknya *kemudian telpon dimatikan"

"Pahhh...., Papaahhhhhh...."-teriak mama
"Ada apaah sih ma?"
"Friska paa, Friska"
"Iya Friska kenapa sih ma? kok mama tiba-tiba histeris gini?"-ucap papa dengan binggung
"Friska anak kita, kecelakaan pahh, ao kita kerumah sakit sekarang pahh"*kemudian mama langsung menangis histeris, karna anak satu-satunya berada dirumah sakit
"Astagah YaTuhan, cobaan apa ini, yaudah maa, mama tenang dulu sekarang kita pergi kerumah sakit"*Papa dan Mama langsung pergi menuju rumah sakit, dengan hati yang tidak karuan, tidak lupa juga mama menghubungi kedua sahabat Friska*

     mama mengirimkan pesan singkat kepada Riska dan Vino ia memberitau bahwa Friska mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada dirumah sakit. Akhirnya mama dan papa sampai dirumah sakit.
"sust, saya mau cari anak saya dia mengalami kecelakaan mobil sust, namanya Friska Angella"
 "ohhh, pasien Friska ada dikamar cempaka no 25"
"baik, terimakasih sust" mama pergi dengan sangat terburu-buru
"Mahhh,, tenang sabar, jangan buru-buru tungguin papa"
"ayo pahh, cepetan, ini ana kita yang kecelakaan" *mama masih terus menangis tanpa memperulikan papa yang masih tertinggal jauh olehnya. setelah sampai didepan kamarnya

"apakah ibunya?"
"ya mas, saya mamanya, terimakasih ya mas, maaf ngerepotin"
"ohh baik bu, tadi anak ibu di UGD, saya kurang tahu gimana keadaanya karna saya buka anggota keluarganya, kalau gitu ini barang-barang anak ibu saya harap tidak ada yang hilang bu, kalau gitu saya mau pamit pergi dulu, semoga anak ibu cepat sadar"-ucap seorang pemuda yang menolong Friska.
"iya mas, makasih maaf merepotkan, Tuhan yesus memberkati mas" *kemudian papa muncul*
"Gimana maa keadaan anak kita?"
"kita tunggu dokter pa" sembari menunggu mama masih terus menangis.

'yaTuhan sebenarnya cobaan apa yang kau berikan kepada keluargaku?'

"Udah maa, Jangan nangis, papa jadi sedih lihat mama"- kemudian papa langsungn memeluk mama.
   tidak berapa lama kedua sahabat Friska muncul, dan dokterpun keluar dari ruangan setelah menangani Friska
"Gimana dok keadaan anak saya?"
"Anak bapak dan Ibu mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepalanya, dan mengalami patah tulang dibagian kaki kanannya, dan beberapa luka ditangan, dan keadaan anak bapak sedang koma sekarang, tadi sudah saya tangani, dan kita tinggal berdoa saja, agar masa kritis anak bapak cepat berlalu, baik kalau gitu saya tinggal dulu pak"
"terimakasih dok"

"Ayo mah, kita lihat anak kita?"
"yaampun sayang, kamu kenapa? maafin mama sayang, gara-gara mama kamu jadi begini"
"maa, jangan salahin diri sendiri, ini juga kesalahan papa, seadainya papa ngelarang Friska pergi tadi, dia pasti gak akan kecelakaan" -kemudian papa dan mama saling berpelukan, dan saling menguatkan satu sama lain, mereka sadar karena keegoisan mereka, akhirnya Friska mengalami kecelakaan. sementara itu Riska dan Vino masih berada diluar kamar Friska.

"yaampun Vin, gimana ini Friska"-Riska berbicara kepada vino sambil menangis
"udahlah, kita berdoa aja sama tuhan biar gak kenapa-kenap Friska"

lalu didalam kamar mama dan papa masih berada disebelah kasur Friska sambil memegang tanganFriska mama memulai pembicaraan.
"pahh, mama minta maaf ya selama ini mungkin mama salah telah menuduh papa selingkuh dan lebih mementingkan pekerjaan mama, sampai-sampai mama juga tidak memperhatikan anak  kita"  mama berbicara sambil menahan air mata, dan kemudian papa langsung memeluk mama. "mahh, jangan minta maaf, ini juga salah papa yang juga jarang memperhatikan mama dan Friska dan keteledoran papa yang tidak bisa mengatur jadwal kantor papa" kemudian mama menangis dipelukkan papa.
"maaaa,, papa sayang sekali sama mama, sekarang kita harus sama-sama kuat ya untuk kesadaran anak kita" *papa memeluk erat mama*
"iya pah, mama juga sayang papa, makasih ya pa, iya mama aan kuat untuk kesadaran anak kita"

     kemudian papa keluar mendatangi kedua sahabat anaknya.
"gimana om keadaan Friska?"
"gini nak, dia kritis, karna teerjadi benturan yang cukup keras dikepalanya, jika kalian mau menemaninya tidak masalah"
"baik Om"-ucap Vino
"gini om, apakah kita boleh nginap juga sembari menunggu Friska, jadi om dan tante juga bisa pulang dulu untuk membawa baju, atau bebenah, aku juga udah telpon mamaku untuk kesini, jadi kita akan bersama-sama ngejaga Friska, jika om tidak keberatan" - ucap Riska
"Yaampun, om gak nyangka Friska punya sahabat yang sangat baik, tapi om takut ngerepotin kalian"
"engga ok om, kita justru senang bisa ngebantu om buat ngejaga Friska"-ucap vino
"Yasudah om, bilang dulu ya sama tante didalam"  *kemudian papa meninggalkan Riska dan Vino kedalam dan berbicara kepada mama.,awalnya mama tidak mau meninggalkan Friska, tapi setelah diyakinkan oleh papa akhirnya , mama setuju untuk pulang kerumah sebentar, karena disini juga ada vino adn riska yang akan menemani anaknya*

"Ris, Vin tante nitip Friska ya, nanti kalau dia sadar langsung hubungi tante ya, nanti tante akan telpon orang tua kalian, bakwa kalian ada dirumah sakit untuk menemani Friska, Yatuhan beruntung sekali anak tante punya sahabat seperti kalian"
"iya tante, gak usah repot-repot bilang ke orang tua kita, mamaku sudah tahu kok, dan dia nanti juga akan kesini untuk mengantarkan baju ganti untuk aku, dan mamanya vino juga begitu, benerkan vin?"
"iya tante, kita justru yang beruntung punya sahabat yang kayak Friska"-ucap vino sembari meyakinkan mama Friska.
"ya Sudah, tante tinggal, maaf sekali kalau tante dan om harus merepotkan kalian berdua, semoga Tuhan akan membalas kebaikkan kalian ya sayang, tante pulang sebentar"-sambil mengelus kepala Riska dan Vino,mama dan papa akhirnya pulang.

"Yaampun Fris, kenapa lu bisa begini sih, baru tadi lu telpon gue, bangun dong Fris, lu gak seru kalau diem begini" sambil mengelus kepala Friska
"udah ris, jangan digituin Friskanya mendingan sekarang kita berdoa buat dia, ayo, kita berdoa yuk, sekarang kita berdua pegang tangan Friska, lu dikanan gue dikiri"
dan akhirnya vino dan riska berada disebelah kanan dan kiri Friska dan memegang tangan sahabatnya, dan doapun dipimpin oleh Vino.

"Tuhan yesus, engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, malam ini teman kami, saudara kami dan orang yang saya cintai telah terbaring diruangan ini akibat kecelakaan yang menimpanya, Tuhan kami berada disini atas kehendakmu, engkau mengiring kami untuk menemani Friska malam ini untuk melewati malam ini, Tuhan engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, berikanlah kekuatan untuk Friska agar ia bisa melewati masa kritisnya, Tuhan engkau sungguh baik, segala sesuatu yang terjadi pasti selalu berdasarkan kehendakmu, tapi kami berdoa  disini diruangan ini, agar kau berikan kesadaran dan mujizat untuk Friska, kiranya engkau senantiasa memberikan berkat dan rahmatmu kemapadanya, Tuhan Friska adalah seorang sahabat yang menyenangkan, kami meminta kepadamu, agar kau dapat memberikan kekuasaan yang terbaik, tuhan kami tahuengkau berada didalam ruangan ini, kiranya kau berkati juga dokter dan suster yang menangani Friska, Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang , kami meminta kepada kau, kiranya kau berikan hati yang kuat, dan iklas untuk kedua orang tua Friska agar mereka dapat dengan sabar menemani Friska yang sedang Kritis ini, tuhan hanya didalam tanganMu kami berdoa dan mengucap syukur, kami harap agar dapat terjadi mujizat untuk Friska dan ia akan segera sadar, terimakasih Tuhan. Amin."
       Doa yang dihaturkan ole vino seketika membuat perasaan riska juga menjadi tenang, dan membuat vino juga lebih lega, karena setidaknya ia sudah menghanturkan doa kepada tuhan untuk sosok yang sebenarnya ia kagum-kagumkan sejak SMA tapi apa daya, bahwa Friska lebih mengutamakan perasahabatannya dengan Vino dibandingkan cintanya.

"vin, maksudnya apaan tadi yang kalimat 'orang yang saya sayangi'?"
"ha? apa ris, ya gitu"
"lu ada hati sama Friska?,"-tanya riska
"Ah kepo banget deh ris, udah gak usah nanya aneh-aneh, itukan hanya doa, tuhan tahu kebenaran hati gue kok"-jawab vino
"yaudah biasa aja vin, kan gue cuma nanya dan mau memastikan aja, apa gue salah denger atau gimana?" -jawab riska.
"yaudah ris, mending lu tidur duluan aja, nanti kita gantian ngejagain Friskanya, tapi gue 15menit keluar bentar beli makan sama mau ngehubungin nyokap gue".

   dan akhirnya vino meninggalkan riska dikamar, agar ia bisa keluar untuk memberitahu kepada ibunya. setelah ia memberikan kabar kepada ibunya, ia pergi keluar untuk membeli beberapa makanan untuk riska sembari menunggu Friska sadar. mama dan papa sudah kembali lagi kerumah sakit dan semuanya bergantian menjaga Friska, namun tidak ada perkembangan yang terjadi terhadap Friska, doa yang dihaturkan mama dan papapun tidak putus, terkadang ada mama riska yang ikut menjaga, ada juga mamanya vino, mama riska yang dari luar kotapun pulang dengan cepat. setelah beberapa hari didalam kamar dan tidak ada perkembangan dokter juga binggung mengapa tidak ada perkembangan yang terjadi kepada Friska.

hari ke5 pada tanggal 17 desember yang tidak kusebutkan tahunnya.

"Tuhan, friska suka tempat ini, friska tidak ingin kembali kerumah, disini sangat tenang dan nyaman hanya ada aku dan tuhan, bisakah friska berada disini untuk selamanya". dan kemudian semuanya menjadi gelap, dan tiba - tiba friska membuka matanya.

"Om, Tante ini Friska ngebuka matanya"- ucap vino dengan nada yang bahagia
"ya Tuhan terimakasih"-ucapmama
"cepat panggil dokter"-kata papa
"iya om"-kata vino
semua orang yang berada didalam ruangan seketika sangat senang melihat keadaan friska yang sadar,  kemudian dokterpun tiba dikamar friska dan diharapkan hanya mama dan papalah yang ada diruangan, dan akhirnya vino dan riskapun keluar. setelah memeriksa keadaan Friska dokter sangat kebinggungan karna walau friska tersadar ia tidak merespon saat matanya disenterkan cahaya oleh dokter. mungkin ini masih akibat benturan yang terjadi dikepala friska. namun dokter masih harus menunggu perkembangan friska beberapa hari lagi, namun sebelum dokter meninggalkan ruangan
"dok...kkter..."
"astagah, YaTuhan"
dokterpun dibuat kaget, oleh ucapan friska yang sedari tadi tidak meberikan respon dan seketika memanggil dokter.
"pa, ma"
"puji tuhan bapak, ibu, ini adalah mujizat dari tuhan, baik, saya akaan memerikas friska sekali lagi"- setelah memeriksa friska dokter berkata "okeh, friska masih butuh banyak istirahat, kalau bisa jangan terlalu banyak diajak bicara yapak bu," ucap dokter
"baik dokter terimakasih banyak"-ucap papa
"yaamapun nak, mama gak nyangka kamu sadar sekarang, berarti tuhan mendengarkan doa mama dan papa selama beberapa hari ini sayang, maafin papa dan mama ya, seadaninya mama melarang kamu untuk keluar malam itu, pasti tidak akan terjadi seperti ini"- mama berbicara sampai menangis, dan seketika friska meneteskan airmata.
"ma. ma...aafiin...friska"ucapnya
"engga nak, ini kesalahan mama,"
"udah ma, friskanya jangan diaja bicara dulu, dia baru sadar dan masih harus istirahat, sayang kamu istirahat dulu yan, oh iya ada sahabat kamu diluar, sebentar ya papa panggil mereka dulu"
setelah papa memanggil vino dan riska masuk
"puji tuhan fris, lu sadar juga sekarang, yaampun "-riska berbicara sambil menangis
"ris, vin... ma...ka...sih..."-ucap friska terbata-bata
"udah fris, lu istirahat aja, gue disini buat lu kok, kita disini gak akan ada yang ninggalin lu sedetikpun"-ucap vino
"om, tante pulang dulu aja, kemarinkan saya dan riska sudah pulang untuk istirahat sebentar dirumah, buat hari ini biar saya dan riska yang menjaganya, toh nanti mama saya juga mau datang kesini pastnya, karna beliau pasti sangat senang telah mendengar kabar bahwa friska sudah sadar"

1 comment: