Sunday, December 25, 2016

SELEMBUT DAN SEMANIS KUE SALJU part 2

    sebelum pulang papa mengurus keuangan rumah sakit friska, yang terpenting dipikiran mama dan papa adalah kesehatan friska dan kepulihannya sekarang. "vin, gue keluar dulu mau ngabarin nyokap, lu disini ngejaga friska ya",. "okeh siap, gue pasti ngejaga dia kok"-ucap vino dan akhirnya riska meninggalkan vino dan friska didalam kamar berdua. vinopun memegang tangan friska.
"vi..nnoo, ma...ka.sih.. yaaa"
"iya sama-sama fris, gue yang mau bilang makasih sama lu, karna lu udah sadar sekarang, ternyata tuhan tuh masih sayang sama kita, tuhan ngedengerin doa gue, riska dan semua orang yang sayang sama lu fris"-vino berbicara sambil mengelus-elus tangan friska dan keheninganpun muncul didalam ruangan, sambil mengenggam tangan friska sebenarnya vino berdoa dan mengucapkan syukur kepada tuhan. dan tidak berapa lama riska pun muncul. dan friska juga belum tidur, seketika vino berdiri. "hari ini tuhan udah ngedengerin doa kita ri, dan gue juga mau ngomong satu hal ke friska, dan gue mau lu jadi saksinya ris."
"maksudnya apa vin?"-ucap riska dengan binggung.
"Friska, hari ini lu sadar dan gue gak mau nunggu sampe nanti gue kehilangan lu, sekarang gue mau ngomong apa yang selama ini gue pendam fris, apa lu mau jadi pacar gue?" ucap vino dihadapan riska dan sambil memegang tangan friska. dan friska langsung menjawab "ya"


dan pada hari itu 17 desember untuk tahun yang tidak dituliskan ketika friska sadar dari masa kritisnya.seorang lelaki yang bernama vino berani menyampaikan perasaanya kepada seorang gadis yang selama ini ia cintai dalam wujud sahabat. pada akhirnya vino dan friska resmi menjadi pasangan kekasih dengan riska yang menjadi saksi.


 kemajuan tentang keadaan Friska menjadi lebih baik setelah beberapa hari berikutnya, Friska juga sudah bisa berbicara dengan lancar, vino tidak sedetikpun meninggalkan friska sendiri didalam kamar, ia senantiasa menemani friska, terkadang mama dan papa juga binggung kenapa vino begitu setia menemani friska. "jadi om, vino dan Friska sebenarnya sudah jadian, waktu pas banget friska sadar"-ucap riska, dan respon yang diberikan papa dan mama adalah respon yang positif.

"vino, aku mau ngomong sama mama , papa, kamu dan riska" -ucap friska kepada vino
"kamu mau ngomong kapan sama mereka?"
"kalau bisa ya malam ini". setelah friska berbicara seperti itu kepada vino, ia langsung menyampaikan kepada mama dan papa begitu juga kepada riska, tepat pukul 20.00WIB  mama dan papa, vino dan riska sudah berkumpul didalam ruangan. suasaa menjadi tegang ketika friska ingin berbicara seperti akan ada pesan pesan terakhir yang ingin disampaikan oleh friska kepada orang-orang yang menyayanginya. sebelumnya dokter pernah berbicara kepada papa, bahwa benturan keras yang terjadi dikepala friska bisa saja berakibat fatal, karena friska juga butuh proses yang lama untuk pulih, namun hanya mujizatlah yang mampu menyembuhkan friska dengan total, terkadang friska bisa saja merasa biasa saja, namun terkadang ia bisa merasakan sakit yang sangat lar biasa dikepalanya.

"ma, pa... mungkin waktunya sebentar lagi bakalan datang"
"waktu apa sayang ?"-ucap mama
"iya, friska sadar, friska gak akan bertahan berapa lama lagi, friska gak kuat walau setiap hari friska merasa lebih baik, tapi disaat malam tiba kepala friska rasanya sakit banget". kemudian vino memegang tangan friska, air mata mama turun, dan riska berkaca-kaca.
"kamu kenapa ngomong begitu nak, percaya sama papa, kamu akan segera pulh kamu percaya tuhankan? tuhan sayang sama kamu, dia pasti akan menyembuhkanmu melalui para tim medis yang menangani kamu nak."
"waktu friska kritis, tuhan udah nunjukin tempat friska disebuah taman yang sangat indah pah, disana sangat indah banget ma, disitu friska merasa nyaman, friska merasa tenang, friska senang disana tidak merasakan pertengkaran papa dan mama" -ucap friska dengan sangat lancar, namun air mata turun dari mata friska, ia seperti tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya.
"sayang mama sama papa akan berjanji untk tidak akan bertengkar lagi, coba kamu lihat nak, mama sama papa bertahan karna adanya kamu, anak satu-satunya papa dan mama" ucap mama
"fris, lu ngomong apa sih, lu tuh berbicara seakan-akan lu bakalan beneran tinggalin kita semua, dan gue gak mau lu ninggalin kita , gue sama vino butuh lu banget, lu gak sadar sama apa yang udah lu omongin?"-ucap riska sambil meneteskan air mata
"ris, sini pegang tangan gue sekarang, dengerin gue baik-baik, gue emang bakalan pergi jauh, tapi gue sama sekali gak bakalan ninggalin mama, papa , lu dan vino, karna gue yakin gue selalu ada tempat tersendiri buat kalian"-sambil memegang tangan riska
"fris, bisa gak jangan ngomong begitu?" kemudian vino berbicara, "percaya sama tuhan kamu tuh bakalan sembuh, dan rasa sakit yang ada dikepala kamu pasti bakalan hilang, kamu ngomong gini malah bikin mama, papa, aku dan riska jadi sedih banget"


    semua orang yang ada didalam ruangan kemudian menangis, begitupun vino tidak kuasa menahan rasa sedihnya, air mata seketika menetes dimatanya, "ma, pa, boleh gak friska minta sesuatu seandainya waktu yang ditentukan tuhan benar akan datang"-ucap friska
"kamu mau minta apa nak?"
"friska kangen deh sama tradisi natal kita, friska pengen banget nanti pas malam natal mama sama papa bikinin friska kue salju yang selalu ada setiap natal yang selalu kita lalui, friska mau, mama sama papa bikinnya berdua, dan friska mau bangget kalau kue itu nanti dibagiin sama orang-orang yang ada dirumah sakit ini, entah itu dokter atau para suster yang ada, friska mau mama sama papa juga ngebagiin cinta kasih kalian kesesama walau itu gak ke friska" akhirnya friska menangis
"iya nakk, iyaaa,,,, mama dan papa akan melakukan itu nakk, tidak mama akan membuatnya dengan rasa cinta dan kasih untuk kamu dan semua orang yang ada dirumah sakit ini"-mama menangis
"maa, paaaa friska sangat sayang sama mama dan papa" setelah friska berbicara seperti itu "aduhhhhh....,, maaaa,,, paaaaa,,, kepala friska sakitt". kemudian semua orang didalam ruangan panik, dan vino kemudian berlari memanggil dokter,setelah dokter datang, kemudian dokter menyuntikkan cairang penghilang rasa sakit yang ada dikepala friska, dan semua orang dharapkan untuk keluar, agar friska bisa beristirahat.


"pahh,, apakah friska akan baik-baik saja?"
"maa, percaya sama tuhan anak kita akan baik-baik saja"
"tante percaya sama vino, pasti friska akan membaik"


    Tanggal 22 desember.
mama dan papa, dirumah sedang mengerjakan sesuai permintaan friska, membuat kue salju, dirumah sakit hanya ada vino dan riska yang menjaga. "Tuhan friska nyaman sama tempat ini, bisakah friska tetap tinggl disini selamanya," dan friska tersadar,
"vin, mama sama papa dimana?"
"mama sama papa lagi dirumah ngikutin permintaan kamu"
"fris, lu udah sadar, perlu gue panggil dokter ya"
"gak usah ris, gue jamin gue baik-baik aja kok" dan kemudian vino memegang tangan friska untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja, jadi riska tidak perlu memanggil dokter
"vin, aku mau minum" vino mengambil segelas air putih, setelah meminum
"riska, makasih banyak ya lu mau jadi sahabat gue, dari kecil sampe sekarang, lu masih mau dan tetep bertahan untuk menjadi sahabat gue,gue mau cerita sekarang, tau gak barusan sebelum gue sadar, gue berada disebuah taman yang sangat indah banget, tapi selalu disaat gue minta sama tuhan untuk gue tetap tinggal ditaman itu, pasti taman itu menjadi gelap dan gue kembali sadar ris"
"itu tandanya tuhan tahu, kalau gue, vino dan nyokap bokaplu masih ngebutuhin lu fris disini, jangan pernah bilag kalau lu bakalan pergi buat ninggalin gue fris, kalau gak ada lu , gue udah gak punya sahabat yang baik lagi kayak lu"
"vin, makasih banyak kamu gak pernah ninggalin aku, tapi aku minta maaf kalau seandainya nanti, besok atau lusa aku bakal ninggalin kamu, riska, papa dan mama, aku minta maaf karna udah bikin kamu kecewa,"
"udah, kamu jangan ngomong begitu fris, aku sayang sama kamu, dan aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu, aku percaya tuhan akan segera sembuhin kamu kok"
"tapi waktu aku udah gak lama lagi, tuhan udah ngejanjiin, sebuah tempat yang sangat indah buat aku tinggal disana, aku tahu kalian semua ngebutuhin aku tapi tuhan tahu, kalian tahuka, jika aku pergi itu berarti sebuah kemenangan untuk aku, aku gak usah capek-capek nahan sakit yang luar biasa ini"-ata friska berkaca-kaca, "udah fris, gue panggil dokter aja ya, lukan baru sadar jadi lu jangan banyak bicara dulu, biar dokter yang periksa lu, dan nyokap bokap lu juga bakalan kesini kok besok"

   jauh dari hal yang dibicarakan, mama dan papa masih berusaha eras untuk membuat kue salju sebanyak mungkin dan pembicaraan antara papa dan mamapun dimulai.
"paa, apakah friska bakalan pergi ninggalin kita?"
"maa, percaya deh sama tuhan, friska akan tetap tinggal bersama kita, tuhan gak mungkin ngambil dia ditengah-tengah kita" kemudian apa dan mama kembali membuat kue salju sesuai permintaaan friska.

  Dua hari lagi natal akan tiba, dan keadaan friska bukannya membaik, justru berubah menjadi buruk, ia terkadang sadar ketika kepalanya merasakan sakit, dan dokter justru semakin banyak menambahkan dosis suntikan untuk menghilangkan rasa sakit yang ada dikepala friska. mama dan papa sudah berada dirumah sakit, dengan membawa beberapa kotak kue salju sesuai permintaan friska. sambil menunggu friska sadar. mama dan papa tidak henti henti berdoa untuk friska, dan akhirnya papa memutuskan untuk melakukan doa bersama didalam ruangan frisk. mama dan papa berada disisi kanan friska sedangkan vino dan riska berada di sisi kiri, mereka saling menggengam tangan bersama melingkari friska, dan papa mulai memimpin doa.
   "Tuhan, engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, kami tahu tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, kami mengharapkan suatu keajaiban yang sedang kami nanti-nantikan unuk kepulihan anak kami, tuhan orang yang sangat-sangat kami sayangkan sedang terbaring lemah dikasur ini, friska anakku, ia adalah sosok yang ceria, ia adalah sosok yang kuat, bagaimana bisa kami melihatnya terkulai lemas dikasur ini, tuhan kami sangat mencintainya, tolong berikanlah kekuatan dan berkat serta rahmatmu tuhan, berikan mujizat untuk kesembuhannya, tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang, jika bisa kuceritakan sedikit atau bisa ku berkata jujru kepadamu, aku sebagai seorang ayah, jelas tidak siap jika kau ambil friska dari tengah-tengah kami, aku masih membutuhkannya begitu pula para sahabatnya, aku orang tua yang membesarkannya, tuhan jika memang ada jalan terbaik yang ingin kau lakukan untuk friska semoga kami semua yang berada didalam ruangan ini  iklas dengan segala hal yang kau jadikan, karna hidup dan mati seseorang hanya kaulah yang menentukan, tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang, betapa besarya kaiwsh karuniamu kepada kami, betapa dahsyatnya kuasamu kepada kami, tapi atas segala hal yang kami ucapkan didalam doa yang tidak sempurna ini, kami hanya mengharapkan kepulihan anak kami, kepulihan sahabat kami Friska angella, Amin"


     Tanggal 24 dirumah sakit, mama dan papa vino dan riska cemas, karna friska tidak kunjung sadar, dan kemudian orang tua vino juga datang, dan disusul orang tua riska, dokte mengatakan sanggat sulit untuk menunggu hasil perkembangan friska karna benturan keras yang menimpa kepalanya, vino sangat mengharapkan kesadaran friska, beberapa kerabat dan teman-teman friska juga banyak yang menjenguk friska, dan mendoakan agar friska lekas sadar. kemudian papa menyetel lagu malam kudus didalam ruangan.  (malam kudus sunyi senyap.....) dan tiba-tiba friska sadar. da semua yang ada didalam ruangan kaget, dan terharu.
"maa..... paaa... friska... harus pergi..." airmata tidak dapat ditahan oleh mama setelah mendengar ucapan friska.
"sayang, kamu jangan ngomong begitu mama sama papa udah ikutin semua permintaan kamu, nak, coba lihat disini ada orang tua vino, orang tua riska yang selalu mendoakan kamu"-mama menangis sambil memeluk friska
"dokk, dokter"-vino memanggil dokter, dokter datang dan kemudian memeriksa keadaan friska, namun detak jantung friska tidak stabil, "dok.. sa..,ya mau bicara" dengan nada yang menahan sakit, awalnya dokter ingin menyutikkan cairan untuk menghilangka rasa sakit, namun ia mengurungkan niatnya. "ya silahkan".
"semuanya yang ada disii, makasih, makasih banyak udah ngejaga friska, tapi friska emang saatnya harus pergi, tuhan udah menjanjikan sebuah tempat yang lebih menjamin untuk friska,'sambil menahan rasa sakit yang ada dikepalanya' ma, paa friska sayang banget sama mama dan papa, makasih selama ini udah ngejaga friska dengan cinta kasih kalian, tuhan bener mama dan papa adalah malaikat tanpa sayap yang selalu melindungi dan menjaga friska, maa, paaa jangan nangis lagi, friska seneng deh, udah dilahirin sama mama friska bahagia karna friskaudah jadi tuan putri untuk papa, maa,, paaa  jangan sedih friska sayang kalian. tapi nyatanya tuhan emang lebih butuh friska berada ditempatnya dibandingkan dibumi, vino, makasih banyak udah selalu ada buat aku, kalau sebentar lagi aku bakala pergi, jangan lupa untuk kasih tahu surat yang udah kamu tulisin buat mama dan papa aku"- kemudian friska tidak tahan menahan rasa sakit yang ada dikepalanya, ia meneteskan airmata, karna ia tahu apa yang ia ucapkan adalah sebuah salam perpisahan untuk mereka semua yang berada didalam ruangan ini. "riska, makaish udah jadisahabat gue dari kecil, gue sayang sama lu, makasih udahjadi sosok kakak buat gue, yang selalu nasehatin gue...."belum selesai friska berbicara detak jantungnya melemah semua orang yang ada diruangan menangis, dan khawatir, dokter kemudian melakukan langkah dengan sangat cepat, namun apa dya, waktu yang tuhan berikan untuk friska sudah habis akhirnya tuhan memanggil friska, dan semua orang yang ada didalam ruangan menangis. sedih dan kecewa."paaaaa,,,, anak kita friska, nakk bangun nakk, sadarlah nakk,, yatuhannn"-mama menangis sejadi-jadinya, dan papa hanya diam menjadi patung, tidak menyangka, bahwa friska benar-benar pergi meninggalkan mereka semua, riska menangis sambil memegang tangan friska "frissss,, lu jangan pergi, nanti kalau gue mau cerita gimana?, nanti yang bakalan nemenin gue disaaat nyokap bokap gue pergi siapa friss?.... frissss jangan pergiii" semua yang ada didalam ruangan berkabut, sedih dan kecewa, kemudian vino mengeluarkan sebuah surat yang ada didalam laci rumah sakit, sebelumnya friska meminta kepada vino untuk ia menuliskan surat untuk semua orang yang ia sayang, vino mengambilkan suratnya dan membacanya sebelum ia membacanya ia berbicara "hari ini, aku ngerasa mungkin friska akan pergi dengan tenang setelah aku membacakan surat terakhir darinya", semua orang yang berada diruangan kemudian mendengarkan isi surat yang dibacakan oleh vino termaksud dokter dan para suster yang menangani friska.



  " hari ini, mungkin adalah hari yang sangat menyedihkan buat kita semua, buat aku friska angella, karna harus meninggalkan kalian semua, tapi ketahuilah rencana Tuhan adalah rencana yang paling indah atas segala hal yang terjadi didunia, segala yang tuhan berikan pasti akan kembali lagi kepada tuhan, entah dengan akhir yang bahagia atau menyedihkan tapi ketahuilah segala hal yang diambil oleh tuhan akan dikembalikan lagi atau akan diganti dengan yang lebih baik lagi oleh tuhan. Untuk mama dan papa tersayang, mungkin saat kalian membaca surat ini, bisa saja aku masih berada diantara kalian dengan tertidur bahagia, karna aku pernah dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat hebat, dan menjadi seorang tuan putri yang sangat cantik dari seorang ayah yang sangat tampan.
    ma, pa friska sangat sayang sama mama dan papa, sampai nafas terakhir yang friska hembuskan friska sangat sayang sama mama dan papa, friska harap kepergian friska tidak akan membuat mama dan papa sedih untuk terlalu berlarut, friska mengharapkan agar mama dan papa tetap semangat, ma.. paa.. ketahuilah friska sudah tenang dan friska harap tidak ada kesedihan diwajah mama dan papa, friska harap mama dan papa ikhlas dan doakan friska agar tenang  disini, ma.. pa... friska akan tetap menjadi seorang putri yang baik untuk mama dan papa disini, ditempat friska sekarang bersama dengan Tuhan.
    ma...pa... jaga diri kalian, friska harap mama dan papa akan selalu saling mencintai, dan friskas harap mama dan papa tidak akan bertengkar, maa.. paa... tuhan yesus udah tahu apa yang friska inginkan, tuhan udah menyediakan tempat yang sangat indah untuk friska disini, jadi mama dana papa tidak perlun khawatir, maaf.. selama menjadi anak mama friska tidak bisa menjadi seorang anak yang baik. maaf disaat friska menjadi anak papa friska tidak bisa menjadi seorang utri yang dibanggakan, maa... paaaa... ketahuilah bahwa friska sangat mencintai kalian berdua, terimakasih untuk permintaa friska yang telah kalian turuti, kue salju yang lembut dan manis, akan memberikan rasa yang indah untuk natal tahun ini, friska berharap semua orang yang ada didalam ruangan ini, akan merasakan sebah kue salju yang lembut dan manis seperti cinta mama dan papa kepada friska. 
   maa... paa... maaf kepergian friska sangat teramat cepat, maaf friska belum sukses dan belum menjadi seorang anak yang membahagiakan kedua orangtua friska, maa.. paa... friska ikhlas jika suatu hari mama dan papa melupakan friska karna friska sudah pergi dan memang tidak akan kembalin lagi, tapi ketahuilah memang benar dari lubuh hati friska, friska tidak akan melupakan kalian, maa.. paa.. friska harap doa mama dan papa tidak akan terputus walau friska sudah tidak dibumi. maaa.. paaa... terimakasih banyak ya." -salam dari anakmu tercinta friska angella-

   itu adalah surat pertama yang friska sampaikan kepada kedua orang tuanya, untuk kepergiannya. ada satu surat lagi yang ia berikan untuk vino dan riska dan kemudian surat itu dibacakan oleh riska 
     "riska,sahabat gue yang paling gue sayang, maaf ya gue harus ninggalin lu sekarang, makasih banyak banget selama hidup gue lu selalu menjadi sahabat yang selalu ada buat gue, menjadi seorang kaka yang selalu menasehati gue, riss... gue nitip vino ya, sosok lelaki yang baik, yang selalu nemenin gue dikamar rumah sakit ini, gue titip dia, semoga kelak suatu hari nanti dia bakalan mendapatkan pengganti gue, walau gue udah gak sama kalian berdua, gue harap kalian tetap menjadi seorang sahabat.
  oh iya ris, bilang kevino juga kalau gue juga dari dulu punya perasaan sama dia, cuma gue takut merusak persahabatan gue sama dia, ris.. gue harap kepergian gue engga bakalan mengecewakan lu ya, riska sahabat gue, gue nitip mama dan papa gue ya... bilang ke vino juga tolong jagain mama dan papa gue, tolong kuatin mereka seperti cara gue kuattin lu waktu lu sedh, riska makasih banyak udah pernah jai sahabat gue, tenang aja gue disini udah bahagia, tuhan udah sediain gue tepat yang amat indah.
   riska, tolong bilang kevino jaga kesehatan, dan lu juga ya ris, jaga kesehatan lu jangan pernah telat makan juga, kalau lagi bosen atau binggung lu bisa kok datang kekuburan gue kelak buat cerita sama gue. oh iya bilang ke dokter sama suster yang udah nagani gue makasih banyak, maaf selama gue jadi pasien mereka gue selalu ngerepotin mereka, bilang ke dokter sama suster yang nanganin gue juga, makasih buat obat penghilang rasa sakitnya setidaknya mereka sudah berusaha walau pada ahirnya tuhan berkata lain untuk kedepannya, tenang aja mereka gak pernah gagal mencoba, oh iya.. ris, gue mau lu makan kue salju yang nyokap bokap gue buat ya, kue salju itu memang manis dan selembut persahabatan kita, maaf selama menjadi sahabat gue pernah ngecewain lu, gue pernah nyusahin lu, jaga diri baik-baik gue sayang lu, 
  ris,... satu permintaan gue, tolong jaga vino dan bilang kedia gue sayang sama dia. bilang ke vino, jangan pernah sedih dan tetap semangat, bilang kedia kalau gue mau dia menjadi seorang yang sukses seperti apa yang selalu dia bilang ke gue waktu gue masih jadi sahabat plus pacar walau cuma sebentar, makasih banyak ya ris.-salam sayang dari sahabatmu friska angella-

setelah surat terakhir dibacakan, semua yang ada didalam ruangan menangis. namun sesuai yang diharapkan friska ia berharap kepergiaanya tidak membuat semua orang kecewa, melainkan sebuah rencana tuhan yang baik untuk kehidupan ia yang berikutnya, dan seperti ia harapkan semoga kue natal yang mama dan papa buat untuk kepergiannya menjadi pemanis untuk kedepannya dengan harapan kelembutan kasih sayang untuk semua orang sayang padanya dan rasa manis kenangan yang membekas dari dirinya bagi semua orang yang mengenalnya.


          -friska angella 25 desember untuk tahun yang tidak dituliskan kapan yang jelas dia adalah anak yang dipanggil tuhan untuk memuliakannya-



Roma 11:36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (Yohanes 1:14)

Saturday, December 24, 2016

SELEMBUT DAN SEMANIS KUE SALJU part 1

Hari ini, 12 desember untuk tahun yang tidakku sebutkan 


"ini mama kenapa lagi sih?"
"kok mama lagi sih?, papa yang kenapa, setiap kali selalu nyalahin mama!" bentak mama kepada papa.
           inilah kejadian setiap hari yang selalu gue dengar, keributan kedua orang tua gue, yang gak pernah jelas, apa yang selalu mereka perdebatkan.

"UDAH-UDAH, MAMA SAMA PAPA KENAPA SIH SETIAP HARI BERANTEM TERUS?*bentakku kepada mereka.
"gimana mama sama papa gak berantem nak, kalau papamu gak nyalahin mama?"
"HAH, mama pikir papa mau nyalahin mama, kalau mama gak nuduh yang engga-engga sama papa sih ya masalah"
"loh, emangnya mama nuduh apa sama papa?, mama tuh kalau ngomong sudah pasti yang bener-bener kenyataan"  sahut mama kepada papa.

        'ah rasanya aku mau pergi dari rumah ini, yatuhan kenapa sih mereka berdua selalu ribut'
(ya, dulu kehidupan keluarga gue, gak seburuk ini, dulu keluarga gue dalam  kesulitan ekonomi, sampe-sampe mengharuskan nyokap gue buat kerja dan, karena bokap gue adalah atasan yang sedang diambang- abang jabatannya dia membutuhkan seorang sekertaris untuk membantunya bekerja, nah dari situlah perseturan antara nyokap dan bokap dimulai, disaat nyokap gue sudah menjamin dengan pekerjaannya, dan bokap juga begitu, sejak ia mendapatkan sekertaris, jadwalnya untuk meeting dengan para klien, mampu untuk dijadwalkan, tapi disitu pula awalnya pertengkaran kedua orang tua gue mulai, mereka mulai mengabaikan gue sebagai anaknya, ya mungkin karna gue adalah anak satu- satunya dan sudah menginjak usia remaja, jadi mereka tidak perlu khawatir tapi sebenernya dalam usia gue yang masih remaja seharusnya gue sedang dalam masa-masa diperhatikan oleh kedua orangtua gue)

"udah ya ma, cukup papa harus bilang berapa kali sama mama , kalau papa tuh gak pernah selingkuh sama sekretaris papa!" ucap papa yang tegas kepada mama
"halah sudahlah pah, tidak usah membela diri, jangan terlalu menyalahkan mama yang cemburu pa" saut mama yang tidak mau kalah dengan papa

(dan kemudian aku meninggalkan mereka berdua yang masih terus berdebat diruang tamu, ah kupikir, lebih baik aku pergi kerumah sahabatku, Riska namanya, sebelum ku menceritakan tentang sahabatku lebih baik kukenalkan diriku kepada kalian, Namaku adalah Friska biasanya teman-teman ku selalu memanggil fris atau iska, tapi ya itu tersera mereka mau memanggil apa, aku mempunyai dua orang sahabat yang bernama Vino dan Riska. aku adalah gadis remaja yang sudah menginjak usia 17 tahun, yang hidup didalam keluarga yang brokenhome, yang selalu mendengarkan pertengkran kedua orangtuanya sendiri, beruntung aku mempunyai sahabat yang slalu bisa menjadi tempatku bercerita, aku dan riska sudah bersahabat sejak kecil, sedangkan dengan Vino aku sudah bersahabat sejak SMP kedekatan kami bertiga terjalin begitu saja, sampai sekarang.)

    *tanpa berpikir panjang, kuraih handphoneku dan menelpon riska*
"Halo ris,,"
"iya kenapa Fris?.."
"Malam ini gue nginep dirumah lu ya, gue males banget sama orang-orang rumah" ucapku
"lah, yaudah fris, santai aja, lagi nyokap bokap gue juga lagi pergi, gue sendiri nih, nanti sekalian gue ajak vino deh kerumah" ucap Riska
"Okeh deh, gue Otw sekarang ya ris, hehe maaf ngerepotin lu" 
"Yaampun Fris santai aja, kitakan udah temenan sejak umur kita 1 detik hahaha"
"hahaha bisa aja lu ris, yaudah, nanti lu langsung hubungin Vino aja, gue beresin baju dulu, byee"
(kemudian kumatikan telpon genggam ku sebelum muncul perbincangan lagi antara aku dan Riska, setelah selesai beres-beres dan merapihkan pakaianku aku keruang tamu dan mengambil kunci mobil)

"kamu mau kemana sayang?" tanya mama kepadaku
"Aku mau pergi dari rumah ini, aku gak betah ada disini, apa mama sama papa gak pernah mikir tentang perasaan aku yang selalu mendengar perdebatan mama sama papa tanpa mikirin perasaan aku?" jawabku kepada mama
"Memangnya kamu mau kemana nak?" tanya papa kepadaku
"aku mau kerumah Riska yang lebih nyaman dibandingkan rumah ini"

     Kemudian aku pergi meninggalkan papa dan mama yang masih berdebat.
"Loh mama gimana sih, gak becus jadi mama, anaknya pergi bukannya dihalangin."
"kenapa papa jadi nyalahin mama sih?, kenapa papa gak nahan Friska buat bawa mobil?" 
" kan kamu mamanya?"
"Terus kamu siapa? supirnya?"
"mama jangan jadi kurang ajar ya sama papa?"
"kenapa pah?.,, papa mau marah sama mama? papa mau tampar mama?.."
"Ah sudahlah, papa males sama mama, papa gak ngerti kenapa setiap hari kita harus selalu berdebat dengan  persoalan yang sama, lama-lama papa bisa gila tau gak?" ucap papa kepada mama, dan kemudian papa pergi meninggalkan mama kekamar.
"Memangnya kamu pikir aku gak capek?, aku begini karna aku sayang sama kamu pah, aku cuma takut kamu kecantol dengan sekretarismu itu" dan kemudian mama menangis diruang tamu.

   Aku yang masih mengendarai mobil menuju rumah Riska berfikir sejenak dan aku berfikir lebih baik aku pergi kegereja, yang selalu menjadi tempat untuk menampung diriku, tempat yang mampu membuatku lebih tenang, gereja yang tidak jauh tempatnya dari rumahku, jadi sebelum kerumah Riska mungkin lebih baik, aku masuk kedalam gereja untuk menceritakan sedikit keluhanku kepada Bapa.

   Sesampai friska di gereja, ia langsung duduk dan berdoa dengan membentuk salib.


"Tuhan allah bapa yang bertatah didalam kerajaan surga, aku berdoa kepadamu, ya bapa mengapa kedua orang tuaku tidak bisa saling menyayangi seperti dahulu?, mengapa kau berikan kebencian diantara  mereka berdua, Bapa engkau yang maha pengasih dan penyayang, sebentar lagi natal, dan aku sangat merindukan natal yang damai, dimana hanya ada aku, mama dan papa yang menikmati natal yang indah, dimana aku bisa merasakan, keindahan damai, yang kau berikan, Bapa aku tidak butuh kekayaan yang telah kau berikan, aku hanya butuh cinta kasih dari kedua orangtuaku , aku menginginkan mereka berdua untuk saling mencintai satu sama lain. Bapa betapa besarnya kasih dan karuniamu, benar dalam hati ini aku merindukan natal beberapa tahun yang lalu,dimana hanya aku, mama dan papa yang merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli, disaat kami membuat kue salju kesukaanku,
Bapa hanya didalam tanganmu, aku menyerahkan segala kepercayaan, berkat hidup dan matiku. Amin"


    setelah selesai berdoa digereja, ia kemudian langsung bergegas menuju kerumah Riska, dalam perjalanan menuju rumah riska

   Karena ia tidak dapat mengontrol kecepatan dalam mengendarai mobilnya, terjadila hal yang tidak diinginkan, mobil yang ia kendarai oleng menabrak pohon. untuknya mobilnya menabrak pohon yang berdekatan dengan warung dan beberapa orang langsung berkerumunan mendatangi mobil Friska.

"astagah , eh itu ada apaan tuh,"
"eh ada kecelakaan tuh, tolongin yuk, tolongin"
kata seorang yang ada diwarung kopi. akhirnya mereka menolong Friska dengan menelpon pihak rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


      Mama seketika mengkhawatirkan keadaan Friska, biasanya kalau ia sudah sampai dirumah Riska pasti ia langsung menelpon kerumah, untuk memberi tahu. kemudian handphone mama berbunyi.
"Hallo, selamat malam"-ucap seseorang yang menelpon menggunakan handphone Friska.
"Iya, selamat malam, loh inikan nomor anak saya"
"ya, apa benar anak ibu yang bernama Friska Angella"
"iya saya sendiri ibunya, ya ada apa mas? ada apa dengan anak saya? saya mau bicara dengan anak saya, tolong kasih handphonenya ke anak saya"-ucap mama dengan nada yang panik
"Sebelumnya saya mau minta maaf karna telah lancang menggunakan handphone anak ibu, tapi ini mendadak dan sangat terdesak, saya hanya ingin memberitahu, bahwa anak ibu mengalami kecelakaan dan sekarang berada dirumah sakit Cinta Kasih, jika tidk keberatan saya berharap ibu segera menuju kesini"
"YaTuhan,,,... Pahhhh, Paahhhhh iya mas saya langsung kesana terimakasih mas"-ucap mama yang histeris saat endengar kabar anaknya *kemudian telpon dimatikan"

"Pahhh...., Papaahhhhhh...."-teriak mama
"Ada apaah sih ma?"
"Friska paa, Friska"
"Iya Friska kenapa sih ma? kok mama tiba-tiba histeris gini?"-ucap papa dengan binggung
"Friska anak kita, kecelakaan pahh, ao kita kerumah sakit sekarang pahh"*kemudian mama langsung menangis histeris, karna anak satu-satunya berada dirumah sakit
"Astagah YaTuhan, cobaan apa ini, yaudah maa, mama tenang dulu sekarang kita pergi kerumah sakit"*Papa dan Mama langsung pergi menuju rumah sakit, dengan hati yang tidak karuan, tidak lupa juga mama menghubungi kedua sahabat Friska*

     mama mengirimkan pesan singkat kepada Riska dan Vino ia memberitau bahwa Friska mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada dirumah sakit. Akhirnya mama dan papa sampai dirumah sakit.
"sust, saya mau cari anak saya dia mengalami kecelakaan mobil sust, namanya Friska Angella"
 "ohhh, pasien Friska ada dikamar cempaka no 25"
"baik, terimakasih sust" mama pergi dengan sangat terburu-buru
"Mahhh,, tenang sabar, jangan buru-buru tungguin papa"
"ayo pahh, cepetan, ini ana kita yang kecelakaan" *mama masih terus menangis tanpa memperulikan papa yang masih tertinggal jauh olehnya. setelah sampai didepan kamarnya

"apakah ibunya?"
"ya mas, saya mamanya, terimakasih ya mas, maaf ngerepotin"
"ohh baik bu, tadi anak ibu di UGD, saya kurang tahu gimana keadaanya karna saya buka anggota keluarganya, kalau gitu ini barang-barang anak ibu saya harap tidak ada yang hilang bu, kalau gitu saya mau pamit pergi dulu, semoga anak ibu cepat sadar"-ucap seorang pemuda yang menolong Friska.
"iya mas, makasih maaf merepotkan, Tuhan yesus memberkati mas" *kemudian papa muncul*
"Gimana maa keadaan anak kita?"
"kita tunggu dokter pa" sembari menunggu mama masih terus menangis.

'yaTuhan sebenarnya cobaan apa yang kau berikan kepada keluargaku?'

"Udah maa, Jangan nangis, papa jadi sedih lihat mama"- kemudian papa langsungn memeluk mama.
   tidak berapa lama kedua sahabat Friska muncul, dan dokterpun keluar dari ruangan setelah menangani Friska
"Gimana dok keadaan anak saya?"
"Anak bapak dan Ibu mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepalanya, dan mengalami patah tulang dibagian kaki kanannya, dan beberapa luka ditangan, dan keadaan anak bapak sedang koma sekarang, tadi sudah saya tangani, dan kita tinggal berdoa saja, agar masa kritis anak bapak cepat berlalu, baik kalau gitu saya tinggal dulu pak"
"terimakasih dok"

"Ayo mah, kita lihat anak kita?"
"yaampun sayang, kamu kenapa? maafin mama sayang, gara-gara mama kamu jadi begini"
"maa, jangan salahin diri sendiri, ini juga kesalahan papa, seadainya papa ngelarang Friska pergi tadi, dia pasti gak akan kecelakaan" -kemudian papa dan mama saling berpelukan, dan saling menguatkan satu sama lain, mereka sadar karena keegoisan mereka, akhirnya Friska mengalami kecelakaan. sementara itu Riska dan Vino masih berada diluar kamar Friska.

"yaampun Vin, gimana ini Friska"-Riska berbicara kepada vino sambil menangis
"udahlah, kita berdoa aja sama tuhan biar gak kenapa-kenap Friska"

lalu didalam kamar mama dan papa masih berada disebelah kasur Friska sambil memegang tanganFriska mama memulai pembicaraan.
"pahh, mama minta maaf ya selama ini mungkin mama salah telah menuduh papa selingkuh dan lebih mementingkan pekerjaan mama, sampai-sampai mama juga tidak memperhatikan anak  kita"  mama berbicara sambil menahan air mata, dan kemudian papa langsung memeluk mama. "mahh, jangan minta maaf, ini juga salah papa yang juga jarang memperhatikan mama dan Friska dan keteledoran papa yang tidak bisa mengatur jadwal kantor papa" kemudian mama menangis dipelukkan papa.
"maaaa,, papa sayang sekali sama mama, sekarang kita harus sama-sama kuat ya untuk kesadaran anak kita" *papa memeluk erat mama*
"iya pah, mama juga sayang papa, makasih ya pa, iya mama aan kuat untuk kesadaran anak kita"

     kemudian papa keluar mendatangi kedua sahabat anaknya.
"gimana om keadaan Friska?"
"gini nak, dia kritis, karna teerjadi benturan yang cukup keras dikepalanya, jika kalian mau menemaninya tidak masalah"
"baik Om"-ucap Vino
"gini om, apakah kita boleh nginap juga sembari menunggu Friska, jadi om dan tante juga bisa pulang dulu untuk membawa baju, atau bebenah, aku juga udah telpon mamaku untuk kesini, jadi kita akan bersama-sama ngejaga Friska, jika om tidak keberatan" - ucap Riska
"Yaampun, om gak nyangka Friska punya sahabat yang sangat baik, tapi om takut ngerepotin kalian"
"engga ok om, kita justru senang bisa ngebantu om buat ngejaga Friska"-ucap vino
"Yasudah om, bilang dulu ya sama tante didalam"  *kemudian papa meninggalkan Riska dan Vino kedalam dan berbicara kepada mama.,awalnya mama tidak mau meninggalkan Friska, tapi setelah diyakinkan oleh papa akhirnya , mama setuju untuk pulang kerumah sebentar, karena disini juga ada vino adn riska yang akan menemani anaknya*

"Ris, Vin tante nitip Friska ya, nanti kalau dia sadar langsung hubungi tante ya, nanti tante akan telpon orang tua kalian, bakwa kalian ada dirumah sakit untuk menemani Friska, Yatuhan beruntung sekali anak tante punya sahabat seperti kalian"
"iya tante, gak usah repot-repot bilang ke orang tua kita, mamaku sudah tahu kok, dan dia nanti juga akan kesini untuk mengantarkan baju ganti untuk aku, dan mamanya vino juga begitu, benerkan vin?"
"iya tante, kita justru yang beruntung punya sahabat yang kayak Friska"-ucap vino sembari meyakinkan mama Friska.
"ya Sudah, tante tinggal, maaf sekali kalau tante dan om harus merepotkan kalian berdua, semoga Tuhan akan membalas kebaikkan kalian ya sayang, tante pulang sebentar"-sambil mengelus kepala Riska dan Vino,mama dan papa akhirnya pulang.

"Yaampun Fris, kenapa lu bisa begini sih, baru tadi lu telpon gue, bangun dong Fris, lu gak seru kalau diem begini" sambil mengelus kepala Friska
"udah ris, jangan digituin Friskanya mendingan sekarang kita berdoa buat dia, ayo, kita berdoa yuk, sekarang kita berdua pegang tangan Friska, lu dikanan gue dikiri"
dan akhirnya vino dan riska berada disebelah kanan dan kiri Friska dan memegang tangan sahabatnya, dan doapun dipimpin oleh Vino.

"Tuhan yesus, engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, malam ini teman kami, saudara kami dan orang yang saya cintai telah terbaring diruangan ini akibat kecelakaan yang menimpanya, Tuhan kami berada disini atas kehendakmu, engkau mengiring kami untuk menemani Friska malam ini untuk melewati malam ini, Tuhan engkau yang maha pengasih dan maha penyayang, berikanlah kekuatan untuk Friska agar ia bisa melewati masa kritisnya, Tuhan engkau sungguh baik, segala sesuatu yang terjadi pasti selalu berdasarkan kehendakmu, tapi kami berdoa  disini diruangan ini, agar kau berikan kesadaran dan mujizat untuk Friska, kiranya engkau senantiasa memberikan berkat dan rahmatmu kemapadanya, Tuhan Friska adalah seorang sahabat yang menyenangkan, kami meminta kepadamu, agar kau dapat memberikan kekuasaan yang terbaik, tuhan kami tahuengkau berada didalam ruangan ini, kiranya kau berkati juga dokter dan suster yang menangani Friska, Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang , kami meminta kepada kau, kiranya kau berikan hati yang kuat, dan iklas untuk kedua orang tua Friska agar mereka dapat dengan sabar menemani Friska yang sedang Kritis ini, tuhan hanya didalam tanganMu kami berdoa dan mengucap syukur, kami harap agar dapat terjadi mujizat untuk Friska dan ia akan segera sadar, terimakasih Tuhan. Amin."
       Doa yang dihaturkan ole vino seketika membuat perasaan riska juga menjadi tenang, dan membuat vino juga lebih lega, karena setidaknya ia sudah menghanturkan doa kepada tuhan untuk sosok yang sebenarnya ia kagum-kagumkan sejak SMA tapi apa daya, bahwa Friska lebih mengutamakan perasahabatannya dengan Vino dibandingkan cintanya.

"vin, maksudnya apaan tadi yang kalimat 'orang yang saya sayangi'?"
"ha? apa ris, ya gitu"
"lu ada hati sama Friska?,"-tanya riska
"Ah kepo banget deh ris, udah gak usah nanya aneh-aneh, itukan hanya doa, tuhan tahu kebenaran hati gue kok"-jawab vino
"yaudah biasa aja vin, kan gue cuma nanya dan mau memastikan aja, apa gue salah denger atau gimana?" -jawab riska.
"yaudah ris, mending lu tidur duluan aja, nanti kita gantian ngejagain Friskanya, tapi gue 15menit keluar bentar beli makan sama mau ngehubungin nyokap gue".

   dan akhirnya vino meninggalkan riska dikamar, agar ia bisa keluar untuk memberitahu kepada ibunya. setelah ia memberikan kabar kepada ibunya, ia pergi keluar untuk membeli beberapa makanan untuk riska sembari menunggu Friska sadar. mama dan papa sudah kembali lagi kerumah sakit dan semuanya bergantian menjaga Friska, namun tidak ada perkembangan yang terjadi terhadap Friska, doa yang dihaturkan mama dan papapun tidak putus, terkadang ada mama riska yang ikut menjaga, ada juga mamanya vino, mama riska yang dari luar kotapun pulang dengan cepat. setelah beberapa hari didalam kamar dan tidak ada perkembangan dokter juga binggung mengapa tidak ada perkembangan yang terjadi kepada Friska.

hari ke5 pada tanggal 17 desember yang tidak kusebutkan tahunnya.

"Tuhan, friska suka tempat ini, friska tidak ingin kembali kerumah, disini sangat tenang dan nyaman hanya ada aku dan tuhan, bisakah friska berada disini untuk selamanya". dan kemudian semuanya menjadi gelap, dan tiba - tiba friska membuka matanya.

"Om, Tante ini Friska ngebuka matanya"- ucap vino dengan nada yang bahagia
"ya Tuhan terimakasih"-ucapmama
"cepat panggil dokter"-kata papa
"iya om"-kata vino
semua orang yang berada didalam ruangan seketika sangat senang melihat keadaan friska yang sadar,  kemudian dokterpun tiba dikamar friska dan diharapkan hanya mama dan papalah yang ada diruangan, dan akhirnya vino dan riskapun keluar. setelah memeriksa keadaan Friska dokter sangat kebinggungan karna walau friska tersadar ia tidak merespon saat matanya disenterkan cahaya oleh dokter. mungkin ini masih akibat benturan yang terjadi dikepala friska. namun dokter masih harus menunggu perkembangan friska beberapa hari lagi, namun sebelum dokter meninggalkan ruangan
"dok...kkter..."
"astagah, YaTuhan"
dokterpun dibuat kaget, oleh ucapan friska yang sedari tadi tidak meberikan respon dan seketika memanggil dokter.
"pa, ma"
"puji tuhan bapak, ibu, ini adalah mujizat dari tuhan, baik, saya akaan memerikas friska sekali lagi"- setelah memeriksa friska dokter berkata "okeh, friska masih butuh banyak istirahat, kalau bisa jangan terlalu banyak diajak bicara yapak bu," ucap dokter
"baik dokter terimakasih banyak"-ucap papa
"yaamapun nak, mama gak nyangka kamu sadar sekarang, berarti tuhan mendengarkan doa mama dan papa selama beberapa hari ini sayang, maafin papa dan mama ya, seadaninya mama melarang kamu untuk keluar malam itu, pasti tidak akan terjadi seperti ini"- mama berbicara sampai menangis, dan seketika friska meneteskan airmata.
"ma. ma...aafiin...friska"ucapnya
"engga nak, ini kesalahan mama,"
"udah ma, friskanya jangan diaja bicara dulu, dia baru sadar dan masih harus istirahat, sayang kamu istirahat dulu yan, oh iya ada sahabat kamu diluar, sebentar ya papa panggil mereka dulu"
setelah papa memanggil vino dan riska masuk
"puji tuhan fris, lu sadar juga sekarang, yaampun "-riska berbicara sambil menangis
"ris, vin... ma...ka...sih..."-ucap friska terbata-bata
"udah fris, lu istirahat aja, gue disini buat lu kok, kita disini gak akan ada yang ninggalin lu sedetikpun"-ucap vino
"om, tante pulang dulu aja, kemarinkan saya dan riska sudah pulang untuk istirahat sebentar dirumah, buat hari ini biar saya dan riska yang menjaganya, toh nanti mama saya juga mau datang kesini pastnya, karna beliau pasti sangat senang telah mendengar kabar bahwa friska sudah sadar"

Tuesday, October 4, 2016

Pilihan itu part 3

...*Ya, rey dan levina sudah berteman sejak kecil, sejak rey ber umur 8tahun dan levina berumur 5tahun, rey adalah anak dari sahabat ibunya levina, makannya mereka juga akrab, rey selalu di anggap pahlawan oleh levina, karena rey selalu menjaga levina, dari dia SD - SMP - SMA Walau mereka terkadang berbeda sekolah, dan rey pasti adalah sosok kakak yang baik untuk levina, padahal rey ingin sekali mendapatkan hati levina, namun levina tidak bisa memberikan perasaan lebih terhadap rey.
    * Setelah mengambil pakaian ganti, rey berpamitan kepada ibu levina,
"tante aku pamit ya, kalau gak nanti malem ya besok levina aku anter pulang." *sambil mencium tangan ibu levina.
"iya nak rey, jangan dia apa-apain ya anak tante, kalau nakal jewer aja"

    *rey pergi sambil mengendarai motornya, sebelum kembali ke apartement ia pergi membeli makanan untuk levina*

"Hallo... Hallo?.."
"kenapa sayang? Aku lagi sibuk, chattingan aja ya"
"bentar do, aku mau ngomong sebentar sama kamu?"
"kamu mau ngomong apa?, gak bisa nanti aja?" jawab aldo dengan ketus kepada levina.
"do, kamu kenapa sih menghindar terus? Aku cuma mau ngobrol dan memperbaiki semuanya."
"Lev, kamu ngerti gak sih kalau aku lagi sibuk? Aku menghindar? Udahlah. Lama lama aku gak nyaman sama kamu"
"loh, aldooo, dooo" *tuuut tuuut*

*telpon dimatikan aldo, dan kemudian levina menangis, apakah semua perbuatannya membuat aldo tidak nyaman? Apakah dia malah jadi mencintai putri pemikiran levina bimbang, kacau, untuk saat ini ia lagi sedang tidak bekerja, karena tidak ada panggilan untuk pemotretan.

*toktoktok*
Levina membukakan pintu, dan ternyata itu rey

"Loh, elu kenapa lagi lev?"*sambil masuk kedalam apartement*
"Aldo rey." *sambil menghapus air matanya*
"Dia kenapa lagi?, emangnya kalian belum baikkan?, ohhh iyaaa.. Nih baju ganti lu, tadi gue abis minta izin sama nyokap lu, sama ino makanan kesukaan lu gue beliin"
"engga ah, gue gak mau makan, gak napsu makan, oh iya makasih ya, nanti gue baru telpon nyokap deh." *ucap levina kepada rey*
"Ihhh.. Lu kok kayak anak kecil ya, gue udah beliin pakek duit gue kesindiri, sate padang, es duren sama ketoprak nih, parah banget, gue sampe nahan laper buat beliin makanan ini buat elu lev." *keluh rey kepada levina
"tapi rey.." *keluh manja levina terhadap rey*
"udah makan dulu, abis itu gue pasti bakalan dengerin cerita lu"
"oke., kita makan berdua ya rey" *sambil memeluk rey*

*saat makan, rey memperhatikan levina. 'kenapa sih lev, lu gak punya perasaan apa-apa sama gue?, selama ini gue harus berusaha simpen perasaan gue demi persahabatan kita, sedangkan aldo dengan gampangnya ngedapetin perasaan lu' kemudian rey kembali makan sambil tetap memperhatikan levina*

*beep beep*
"aku mau kita break dulu, saling intropeksi diri dulu, mungkin ini bakalan lebih baik untuk hubungan kita kedepannya"

*begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh aldo kepada levina, seketika levina hanya dia, tanpa berkata-kata, dan ia kemudian menangis*

"loh, lu kenapa lev? Baru abis makan kok nangis?"
"Aldo rey," sambil menangis
"dia kenapa?"
"dia minta break sama gue, maksudnya apa sih rey? Gue harus intropeksi diri gimana rey?"
"Sialan banget sih tuh cowo, apa mau dia gue samperin demi lu lev?"jawab rey
"udahlah, mungkin gue harus intropeksi diri, tapi gue ngelakuin apa sih rey, sampe dia segitunya" melas levina kepada rey
"yaudah udah, jangan nangis lagi" rey memeluk levina..
"rey, makasih banyak ya, lu selalu jadi sahabat gue, lu yang selalu ada, lu yang selalu nemenin gue, makasih lu udah jadi sosok kakak yang baik dalam hidup gue"
"Iya lev, lukan udah tau, dari dulu gue sayang sama lu, dan gak mau lu disakitin sama siapapun,mau dia sahabat gue cowo itu, lu tetap nomor satu dihidup gue, walau gue gak bisa dapet cinta lu, setidaknya gue gak akan pernah meninggalkan lu, sampai kapanpun itu, mau nanti gue jadi menikah sama cewe gue, dan lu menikah sama cowo lu, gue akan tetap ada buat lu"

Next part 4
Go

Thursday, August 18, 2016

Cerita itu


1. "kamu mau dapet salam dari gunung gak?" iya akumah mau aja, akhirnya akuu dapet salam dari gunung sama kamu ya, walau harus ditinggal 4 hari ingetkan waktu itu aku nemenin kamu belanja keperluan, disitulah kebiasaan kita bermulai

2. Aku gak tau kapan pertama kali dipegang tangannya sama kamu, intinya waktu itu aku baru pertama kali dipegang tangannya sama cowo dan itu kamu, digenggam erat dan gak dilepas.

3. Itu foto pertama kali kita kenal, dan foto yg amat manis, masih gak sembunyi2 karna aku gak punya perasaan apa2 sama kamu dulu.

4. 23desember2015 pertama kalinya aku jalan sama cowo dan itu kamu dhi, pertama kalinya mau diajak nonton berdua doang sama cowo ya sama kamu, walau itu ajakan yg kesekian dan baru aku iyain ke kamu, "aku gak penting jalannya kemana, yang penting bisa ngabisin waktu berdua aja sama kamu" dan akhirnya aku iyain buat jalan sama kamu. Selesai nonton kita makan dipinggir jalan, dan panik karna aku udh dicariin mama dan papa, malem2nya abis kamu sampe dirumah kamu chatting ke aku dan ngucapin makasih buat hari ini dan waktu aku, padahal aturanmah aku yang gitu.

5. Aku dapet hadiah bonekavalentine dari kamu, dan bikin mama sama papa binggung itu dri siapa, dan perjuangan juga buat kamu libur buat anter boneka itu dri depok ke jakarta timur buat aku.

6. Iya, abis anterin boneka itu, kita pergi makan, aku cabut pm, dan kamu bela2in libur cuma buat nganter boneka, itu keduakali kita jalan, dan foto pertama kita, foto deket2 sambil nyender2 gitu, dan disitu aku cuma ngeluh "ihhh kok difoto kamu ganteng aku jelek sih" keluh aku dan kamu cuma blng "apasih yang, kan seimbang ganteng sama yang engga cantik" ya sambil bercanda2 gitu deh kita, dan disitu aku inget banget kamu lagi pengen banget nontpn deadpool cuma gak kesampean.

7.ini foto kesekian, pokoknya itu pertama kali kita jalan nonton, tapi posisinya kita barengan sama temen2 aku dan ketemu beberapa temen aku, dan kamu bisa joint bareng sama mereka, dan aku seneng banget, walau kita cuma hts, disetiap foto sama kamu, entah kenapa aku selalu bisa buat senyum lepas dan seneng aja rasanya, tapi sebelum itu aku bilang ke kamu "yahh dhi, ada temen2 aku gimana dong" dan kamu selalu ngejawab "udah santai aja" dan didepan temen aku aja kamu masih mau ngegandeng aku sama ngebawa tas aku, posisinya aku malu, karna cowo kayak kamu mau jalan sam cewe gendut kayak aku.

8. Ini foto yg kesekian dan untuk pertama kalinya aku foto dengan wajah yang cakep dan kamu cuma blng "ihh jangan pasang foto itu ndut, akunya jelek" dan aku cuma bilang "ih pea, giliran aku cakep kamunya bilang jelek" "dasar oneng" itu yg kamu bilang.

9. And the last pict. Itu foto terakhir kamu, aku masih inget 21april2016 hari terakhir kita jalan, hari terakhir aku ketawa bareng sama kamu tanpa ada jarak, hari terakhir kita gila2an tanpa ada cela, hari terakhir aku dibonceng kamu sambil meluk dan manggil sayang, dan dielus2 dan hari pertama dan terakhir kamu cium kening aku. Disitu kita makan dilapangan tembak, kamu ngasih aku boneka stich buat aku kesemarang, dan kita ngelewatin genangan air, yg kita anggap sungai dan motor kamu sebagai perahu, sambil ngegulung celana panjang yg aku pakek.dan kamu bilang "tuhkan yang, enakkan kita kayaj diperahu" dan aku cuma ketawa sambil meluk kamu.
Dan abis selesai nonton aku meluk kamu sambil berdoa sama tuhan "jangan pernah berakhir kebahagiaan aku sama kamu. Karna aku gak mau ada org lain yang gantiin aku dihati kamu, gantiin aku dihari2 kamu begitu juga sama aku" tapi nyatanya dalam semalam aku kehilangan semuanya.

Gapapa cukup jadi kenangan aja, aku gak pernah marah atau benci sama kamu, terkadang aku hanya benci sama perpisahan kita yang begitu cepet aku rasain dan tiba2 padahal aku belom mempersiapkan segalanya, walau kadang dulu ego ku muncul dan nyalahin kamu, kenapa kamu gak mau berjuang buat aku dan mempertahankan segalanya, walau belom mampu untuk tinggalin kisah kita. Aku juga selalu pengen jadi org yang ada buat kamu, yang denger cerita kamu, ya kalau orang selalu bilang aku masih sayang kamu sih, kayaknya aku udah mati rasa dan sampe2 kadang aku takut banget buat jatuh cinta lagi, karna aku gak mau namanya dikecewain buat kedua kali, seandainya kita masih sipertemukan untuk lain waktu, aku mau banget bisa punya waktu bareng kamu lagi, bukan berniat menjalin hubungan kembali, tapi memperbaiki segalanya yang dirusak atas nama cinta itu aja kok. Tapi niat awal aku ngetik panjang kali lebar ini cuma mau ngucapin selamat tanggal 19. Selamat ulang tahun, semoga kamu mendapatkan yang terbaik, ngedapetin pendamping atau pasangan hidup yang sepadan dengan kamu, atau mungkin pasangan kamu yang sekarang bisa ngebuat kamu senang, dan lupa sama aku, aku gak berharap buat jadi pasangan kamu kelak, karena ya engga mungkin perbedaan kita itu sangat jauh, jadi aku mau bilang semoga kamu bisa menjadi lelaki bertanggung jawab, pokoknya segala hal yang terbaik untuk kamu, dan jangan pernah lupa untuk bersyukur, begitu juga yang aku lakukan, bersyukur setelah bertemu dan mengucapkan terimakasih atas pertemuan kita. Intinya Selamat ulang tahun adhi bowo, kesayangannya endutnya oneng, dan sih pea tersayang. I never stop pray for you

Monday, August 8, 2016

Pilihan itu. Part 1

"udah stopppp.... Berhenti disini" bentak levina.
"kamu kenapa lagi sih lev, aku gak ngerti. Setiap kita ketemuan pasti selalu ribut"
"kamu nanya aku lagi, aku kenapa? Kamu gak sadar yang kamu perbuat itu gimana do?"
"cewe yang dari kemaren ngejar-ngejar kamu tadi ngechat aku dan dia kirimin chat kalian berdua, dan kamu nanya aku kenapa? Kamu gak mikir perasaan aku gimana."
"udahlah lev, aku cowo, emangnya aku gak boleh chattingan sama cewe lain, kamu kok nething mulu sama aku" jawab aldo
"aldo cukup ya, kalau chattingan dalam kata wajar aku masih maklumin. Ini kamu chattingan ngomongnya sayang sayang sama dia, aku ngizinin aja kamu chattingan ama cewe tapi jangan sama cewe yang suka sama kamu. Udahlah aku turun disini aja" sambil menahan tangis levina turun dari mobil aldo.
"lev. Aku gak ngerti apa yang kamu pikirin, aku gak ngerti mau gimana lagi hubungan kita" aldo bukannya menahan agar levina kembali masuk kemobil ia malah pergi meninggalkan levina.

Jalan lalu lantang, levina bukannya memberhentikan taksi untuk pulang. Ia hanya berjalan kaki ia berfikir berfikir terus terus, memikirkan hubungan yang telah ia lewati hampir 3tahun ditahun ke 3 ini sering terjadi pertengkaran antara dia dan aldo. Apalagi semenjak ia tahu teman dekatnya yang bernama putri suka dengan aldo, yang ia khawatirkan adalah aldo merasakan kenyamanan terhadap putri dan mampu mengakhiri hubungan dia dan aldo.

"Hallo reyyyy... " sambil menangis levina menelpon sahabatnya.
"lho... Levv kenapaaa???"
"jemput gue reyy.."
"iya gue jemput, tapi lu dimana?" dengan nada binggung
"gue gak tau gue dimana, tadi gue abis jalan sama aldo, terus gue berantem sama dia, abis itu gue minta diturunin"
"yaudah , lu abis dari mana sama dia, biar gue bisa cari patokan jemput elu" jawav rey
"gue abis dari *tempat makan* lu taukan rey, cepet kesini gue takut"
"iya iya, gue tau tempatnya, lu jangan kemana2 nanti gue samperin ya, gue iterin jalan disana"
Rey langsung menyalakan motornya dan mencari levina, sedangkan levina cemas karna dijalan ia sendiri, sedangkan aldo tidak ada usaha untuk menghubungi levina.

Tiba-tiba ada motor yang berhenti disebelah levina.
"yaaampun levvv, elu gapapakan"
Dan seketika levina langsung memeluk rey dan iapun menangis
"gue gak tau rey, gue mau pulang sekarang, anterin gue pulang ya"
"yaudah ayo, nih pakek jaket gue dulu biar lu gak kedinginan" rey memberikan jaketnya kepada levina.
"makasih rey, lu emang sahabat gue yang selalu ada"
"yaudah cepetan ya nona, ini udah larut malem nih, mau kerumah atau ke apart gue?"
"mau pulang tapi gak mau kerumah rey"
"yaudah ke apart gue ya?"
"iyaa"

Dimotor levina sibuk memegang hp, ia mencoba menghubungi aldo, ia mengirimkan pesan teks kepada aldo
"aldo, aku mau kamu telpon aku besok"
Sesampai di apart rey

"sono mandi dulu lev, pakek baju gue, handuknya ambil sendiri ya"
"iya rey,"
Selesai levina mandi. Sambil melihat indahnya pemandangan langit levina duduk dibalkon apart rey sambil minum coklat hangat yang dibuat sama rey.

"jadi tadi kenapa lu bisa berantem sama aldo lev?" tanya rey dan seketika memecahkan lamunan levina
"ya gitu, gue gak ngerti lagi hubungan gue bakalan berlanjut atau engga sama aldo, ditahun ini kayaknya sering banget gue berantem sama aldo, dan yang ngebuat gue bener bener makan hati, dan gak tau harus berbuat apa rey"
"yaudah jadi intinya gimana?" tanya rey dengan suara yang tegas
"jadi tadi pas gue abis selesai makan sama aldo, gue dikirim screenshoot dari putri, isinya chattingan dia sama aldo, yaudah disitu gue langsung bertengkar sama dia, dan disitu aldo bilang sama gue, emangnya dia gak boleh apa chattingan ama cewe lain, gue sih ngijinin aja yang pentingkan sih aldonya ya jangan genit, masa dia chattingannya sambil sayang-sayangan wajar dong kalau gue marah sama dia"
"lagi maksudnya putri apa sih sampe sampe kirimin chattingan dia sama aldo, jadi lu maunya gimana sana aldo lev?"
"lagi gue gak tau rey, yang gue tau sih putri itu suka sama aldo, itu doang yang gue tau, tapi yang gue takutin itu aldo nyaman sama putri dan gue gak mau rey"
"iya gue tau lev, lu tau gak, ketakutan lu itu bisa ngebuat justru aldo malah nyaman sama cewe lain, dan gue sebagai sahabat lu gak mau, kalau lu sedih, inget gak kata gue dulu, walau gue gak bisa ngedapetin lu gue mau selalu ada buat elu."
"iya rey, bener kata lu makasih ya selalu ada buat gue, lu emang sahabat gue,"
"yaudah mending kita tidur yuk"
"hah tidur??? Bareng sama lu?" jawab levina dengan shock
"ya kagaklah gila, kayak biasa kalau lu nginep aja, gue disofa lu dikasur"
"ohhh.... Kirain gitu lu mencari kesempatan dalam kesempitan"
" denger ya Lev, gue gak akan pernah namanya Buat makan temen gue sendiri Jadi lu tenang aja"

Dan akhirnya mereka berdua lekas tidur rey disofa sedangkan levina dikasur.
Sebelum tidur rey berkata "gue mau malam ini lu merenung aja lev, atas apa yang udah lu ambil, kalau lu mau tetep bertahan sama aldo, buat dia nyaman kembali jangan pernah takut dia lari ke putri atau wanita lain. Udah ya lev selamat malam tuan putri."

"bener juga ya yang di omongin ama rey, pokoknya besok gue harus ketemu sama aldo".

Setelah menerima pesan singkat dari levina, aldo berfikir bagaimana tentang kelanjutan hubungan mereka, dia memang tahu ada wanita yang ingin bersama dia, tapi apa iyah dia harus melepaskan levina yang sudah bersama dia dari nol sampai sekarang, dari yang tidak punya pekerjaan sampai punya jabatan yang memungkinkan untuk masa depan. Ia berfikir terlalu egois jika ia hanya mementingkan keinginan dia.

"lev,, levvv,.... Bangunnn... Udah pagi lev" panggil rey guna membangunkan levina.
"hmmmm... Ihhh rey berisik, masih ngantuk" rengek levina kepada rey.
"lah elu gak kerja?,... Sekarang udah jam 7 loh"
"hah? Sumpah udah jam 7? Demi apah?" dengan nada yang kaget, namun setelah ia mencek handphonenya tenyata hari itu adalah hari sabtu dan itu adalah hari libur.
"ihhh reyyyy... Hari ini hari sabtu, gue libur tahu" dengan nada kesal namun rada manja
"ohhh hahahaha..." rey hanya tertawa terbahak bahak.
"udah ah gue mau tidur lagi, ac nya jangan dimatiin rey"
"iya iya, yaudah gue keluar dulu ya, elu jangan kemana-mana, di apt aja stay, udah izin nyokap belom?"
"ihhh astagah, gue belom ngabarin nyokap sama sekali loh, yaaampun rey gimana dong?" tiba tiba levina kembali panik.
"tuhkan kebiasaan, sih dasar pelupa, yaudah nanti gue yang nyamperin nyokap lu deh,"
"okeeeee... Makasih rey, sahabat terbaik gue banget deh lu, yaudah ya gue mau bobo lagi" levina sambil memeluk rey, dan kembali tidur
"yaudah gue pergi ya, kalau mau makan cari cemilan dikulkas aja, jangan lupa ngehubungin aldo, nanti dia khawatir juga ama lu" sambil meninggalkan levina
"ahhh berisikkk, byeee hati hati reyyy jelekkk"
Rey pergi meninggalkan levina untuk sebuah keperluan.

Next part 2

Saturday, July 30, 2016

Pilihan itu. Part 2

..."ihhh astagah, gue belom ngabarin nyokap sama sekali loh, yaaampun rey gimana dong?" tiba tiba levina kembali panik.
"tuhkan kebiasaan, sih dasar pelupa, yaudah nanti gue yang nyamperin nyokap lu deh,"
"okeeeee... Makasih rey, sahabat terbaik gue banget deh lu, yaudah ya gue mau bobo lagi" levina sambil memeluk rey, dan kembali tidur
"yaudah gue pergi ya, kalau mau makan cari cemilan dikulkas aja, jangan lupa ngehubungin aldo, nanti dia khawatir juga ama lu" sambil meninggalkan levina
"ahhh berisikkk, byeee hati hati reyyy jelekkk"
Rey pergi meninggalkan levina untuk sebuah keperluan.
...
"gue udah pernah bilang sama lo, jangan pernah nyakitin dia, tapi apa? Buktinya elu ninggalin dia dijalan"
"gue gak bermaksud nyakitin dia bro"
Ternyata rey pergi menemuin aldo, ya pacarnya levina.
"terus maksudnya lu chattingan sama putri apa?"
"santai-santai dengerin gue ngomong dulu, rey. Lu percayakan sama gue, kalau gue sebenernya sayang banget sama levina" jawab aldo kepada rey dengan serius.
*beeep**beeep**beeep*
Tiba tiba saja handphone genggam aldo berbunyi.
Tenyata yang nelpon adalah levina.
"eh levina nelpon,''
"ya angkatlah" tegas rey kepada aldo
"hallo" jawab aldo
"iya sayang, yaudah iya, besok kita ketemu, chattingan aja ya, aku lagi sibuk, bye" seketika telpon itu dimatikan oleh aldo, rey tidak tahu apa yang dibicarakan levina kepada aldo.
"jadi kemaren cewe gue di apart elu?" tanya aldo kepada rey.
"iyalah, udah malem, dia gak mau pulang, takut dimarahin nyokapnya karna ditinggal dijalan sama lu"
"maafin gue rey, tapi kemaren gue emang lagi kesel aja sama levina, masalah sepeleh dibesar-besarin."
"do, lu taukan, lu itu udah 3tahun sama levina tapi lu gak pernah paham sifat dia kayak gimana, itu bukan masalah kecil, tapi itu adalah hal yang sensitif buat cewe, lu chattingan sama putri pakek sayang-sayangan, lu gak menghargai perasaan levina dong?"
"lagian ya, gue sama putri cuma temenan doang kok, gak lebih sama sekali rey."
"do, lu sama levina juga awalnya temenan makannya bisa pacaran sampe sekarang, dan buat levina di umur yang ke21 ini bukanlah umur yang masih batas wajar untuk pacaran, dia sekarang lagi mencari sosok lelaki yang pantas buat dia perjuangin didepan bokap nyokapnya, lu berdua udah sama-sama kerja seharusnya udah bisa saling ngimbangin."
"iya rey, yang lu omongin sih bener ke gue, cuma akhir akhir ini levina terlalu protectif banget sama gue, bisa bisa gue kabur dari dia"jawab aldo kepada rey.
"do, kita ini udah sama-sama dewasa, gak seharusnya lu kayak anak-anak begini, levina udah jadi sahabat gue dari kecil, dan elu temen baik gue selama kuliah, kalau dulu gue lebih awal ngungkapin perasaan gue ke levina pasti dia gak bakalan begini, gue emang sayang sama levina, tapi gue tahu hati levina buat siapa, makanya gue gak mau lu kecewain dia do"
Sambil menepuk pundak rey, aldo menjawab "iya rey, gue tau lu emang sayang sama levina, makasih lu udah ngejaga dia selama ini, gue juga lagi belajar buat memperbaiki diri, tapi gue butuh waktu untuk semua itu."
"do, lu ganteng, punya kerja yang pasti beda sama gue yang masih kerja sana sini dan masih ngejar skripsi, dan masa depan levina bukan di gue, gue kasih lu waktu 6bulan untuk memperbaiki semua sifat-sifat lu deh, jangan sampe levina lelah dengan sifat lu"
"kalau bisa 3bulan lagi, gue mau mempersiapkan sesuatu di ulang tahun dia rey, makasih ya rey"
"yaudah ya bro, gue balik dulu, pikirin baik-baik pembicaraan kita tadi, kita udah sama-sama dewasa dan umur kita sekarang bukan umur anak-anak yang masih mencari cinta monyet, hahaha, jangan deketin putri, hargaim perasaam levina, udah ya."
Rey pergi meninggalkan aldo, yang masih duduk disebuah cafe sambil meminum kopi yang ia pesan.
.
.
.
"selama sore tante"
"ehh ada nak rey, apa kabar?
"aku baik-baik aja tante, tante gimana nih? Sehat sehat ajakan?"
"puji tuhan tante juga baik baik aja nih,ada keperluan aja ya, ohya kebetulan levina belum pulang nak dari semalem, dia juga belum kabarin tante" jawab ibunya levina
"nahh, anu tante"
"ha? Anu, anu kenapa, eh anu siapa?
"kebetulan, kemarin levina nginep di apartnya aku, tenang aja tante, dia kalau sama rey aman kok, dia lupa mau ngabarin tante, pas abis jalan sama aldo."
"ohhh gitu, kebiasaan dia lupa mulu kalau ngabarin kerumah, iya nak kalau sama kamumah ya aman, tante aja udah anggap kamu sebagai kakaknya dia, jadi tante percaya sama kamu. Oh iya mau masuk dulu gak?"
"oh iya rey cuma mau nyampein itu aja sih tan, sama mau ambil baju ganti levina deh tan, boleh gak?"
"oh iya boleh-boleh, tunggu sebentar ya,mau tunggu didalam atau diluar?"
"di luar aja tante"
"ya sudah tunggu ya nak"
Ibunya levina pergi meninggalkan rey, untuk mengambil pakaian ganti untuk levina.
Ya, rey dan levina sudah berteman sejak kecil, sejak rey ber umur 8tahun dan levina berumur 5tahun, rey adalah anak dari sahabat ibunya levina, makannya mereka juga akrab, rey selalu di anggap pahlawan oleh levina, karena rey selalu menjaga levina, dari dia SD - SMP - SMA Walau mereka terkadang berbeda sekolah, dan rey pasti adalah sosok kakak yang baik untuk levina, padahal rey ingin sekali mendapatkan hati levina, namun levina tidak bisa memberikan perasaan lebih terhadap rey.

Next part 3

Thursday, July 28, 2016

Nyatanya...

Bahkan saat harus bercerita tentang dirimupun aku masih sangat bersemangat,  masih ada cela cela namamu difikiranku.
Masih ada namamu juga disetiap doaku.
Sampai suatu waktu aku berfikir.  Mengapa kamu tidak mencoba mempertahankanku.
Mencoba memperjuangkanku.

Berat?  Jelas berat.
Sulit?  Jelas sulit.
Karna yang kita lalui adalah tuhan dan restu orang tua.

Kau berkata aku mencintaimu,  dan aku membalasnya aku juga mencintaimu

Tapi disuatu pagi ketika aku terbangun dan aku berkata aku sayang padamu tiba tiba kamu meminta aku untuk tidak mengatakan itu dan membuang perasaanku jauh sejauh jauhnya tanpa ada cela, tanpa ada waktu aku membuangnya,  apakah kau berfikir,  mengakhirin sebuah hubungan yang membara itu tidak mudah.

Api menyala nyala.  Baru ku merasakan nikmat dan indahnya cinta.  Bagai bara api yang sedang panas bukannya kau kipas agar membara tapi kau tumpahkan air agar baranya mati.
Ya mati.
Dan yang terisah hanya kepingan bara yang ada dan menunggu waktu untuk kering.

Ku mencari cela agar aku bisa melepasmu.
Kurasa cinta itu bagaikan puisi. Bila puisi tidak dapat dirasakan maka puisi itu akan mati sebagai bahasa, jika dirasakan maka puisi itu akan menjadi sajak indah dan bermakna.

Ingat. Kau bukanlah kesalahan.
Kau juga bukanlah sebuah aib cinta.
Tapi. Aku berharap untuk tidak mengulang kesalahanku. Kesalahan karna telah jatuh cinta denganmu

Aku berkata kepada diriku tidak untuj kedua kalinya.

Mungkin saja terkadang tuhan selalu bosan dengan doaku yang menceritakan tentang adanya dirimu didalam pikiranku. Kau tau dulu hatiku pernah jadi rumah ternyatam untuk namamu, namun setelah kau masuk dan memecahkan isinya, akhirnya kutaruh namamu didalam pikiranku agar tidak ada yang pecah, walau terkadang namamu menganggu sistem kerja otakku itu gak masalah. Tidak terlalu beresiko tinggi untuk semuanya.

Tuesday, July 19, 2016

Saat meminta dan tak sama

Seandainya banyak kata yang dapat kusampaikan kepada engkau, dan aku paham beginilah cara kerja doa, sesuatu yg tidak dapat ku utarakan dapat ku ucapkan melalui doa

Apa kau tau? Tidak pernah kusesali pertemuan kita, pertemuan singkat yang mengajarkanku banyak arti.

Ya bukan engkau yang salah atas pertemuan ini. Bukan juga tuhan yg salah menimbulkan cinta ini. Terkadang akupun binggung kenapa cinta ini terlalu kuat.

Andai kau tau bahkan sampai sekarang cintaku masih utuh walau cintamu terhadapku sudah tidak seperti dulu.

Betapa bodohnya aku meyakinkan diriku bahwa engkau akan kembali kepadaku. tapi sifat hewanikulah yang meyakinkanku atas segalanya.

Cinta kita terlalu membara. Panas. Dan tak terkendali.
Namun tuhan memgusaikan segalanya. Ya ternyata sudah berakhir dan hanya akulah yang belum tersadar dari segala hal yang terjadi ini

Yang kuharap wanita yang kau cintai sekarang tidak akan mengecewakanmu, maafkan aku yang mengecewakan segalanya dan terimakasih telah membuat aku berharap atas segala janji dan perkataa  manis yang selalu kau lontarkan,

Begitu manis cintamu membuatku yakin atas segalanya. Nyatanya manismu membawa penyakit yang melukai batin. Bersamamu mengajarkan kenyamanan. Seandainya aku bisa teriakm

Seandainya tuhan berada tepat dihadapanku ingin kukatakan kembalikanlah cintanya kepadaku. Kembalikan lagi waktu berhatgaku dengannya. Tidakkah kau tau priaku? Engkaulah anugrah yang sejak dulu aku perjuangkan namun. Memang jika begini akhirnya, apadaya aku atas segala hal yang terjadi atas kehendak tuhan.

Seandainya tuhan memang nyata dan benar benar mampu menampilkan keindahannya yang ku ingin hanya cintanya, ya egoku tinggi, melampaui langit,.

Aku berterimakasih kepada tuhan atas segalanya
Engkau berikan pria yang mampu mengisi hariku, ya dia memang sudah tidak menjadi priaku lagi, dia memang sudah tidak menjadi kawan hidupku lagi, tapi setidaknya untuk sekarang, ia telah menjadi bagian terbaik dalam hidupku.

Terimakasih 😊

Monday, July 18, 2016

Itulah kamu 00.04

Kamu seperti pelangi
Indah
Berwarna
Tak tahu dimana ujungnya
Namun karna kamu mirip dengan pelangi
Kamu hanya sesaat
Ya.
Tepat. Benar sekali
Kamu hanya sesaat.

Kamu memang indah tapi keindahanmu sesaat
Kamu memang berwarna tapi warnamu singkat
Dan
Kamu tidak mempunyai ujung maka dari itu kamu tidak mampu memberikanku kepastian.

Kau bagaikan bayang bayang yang selalu menghantuiku.
Kau bagaikan hangat matahari namun sedingin malam tak bersahabat.

Kau sebut itu cinta, tapi yang kualami adalah pengorbanan hidupku.

Jodoh memang ditangan tuhan.
Semua jodoh itu memang baik, hanya saja terkadang kita terlalu memaksakan segala hal yang tidak seharusnya milik kita maka dilihatnya jadi tidak baik.

Aku tau sebelum menemukan yang terbaik kita akan dijatuhkan kepada cinta yang menyakitkan.

Begini saja. Mana ada sih orang yang mau jatuh cinta sama orang yang salah? Gak adakan???....
Bayangkan rasanya seperti apah.
Kau menyalahkan cinta beda agama
Kau menyalahkan cinta dengan nafsu duniawi
Kau menyalahkan cinta dengan tubuhmu
Kau menyalahkan cinta tanpa restu
Kau menyalahkan cinta yang penuh janji
Kau menyalahkan cinta penuh keyakinan
Dan terkadang
Kau menyalahkan cinta atas nama tuhan

Tidak. Tidak ada yang namanya salah dalam cinta.
Menurutku, kau selalu menuntut kepada tuhan untuk mendapatkan pasangan yang terbaik maka dari itu tuhan mematahkan hatimu dari si baik untuk mendapatkan yang terbaik. Tapi pasangan terbaik dibentuk dari hubungan yang baik tanpa menuntut pihak manapun, bukan menuntut kamu, bukan menuntut pasanganmu dan bukan juga menuntut Tuhanmu.

ada temanku bertanya "gue udah yakin banget sama dia tapi kenapa dia malah memutuskan buat pergi dari gue" dan saya menjawab "yang lu yakinin belom tentu diyakinin sama pasangan lu, contohnya gini lu ngeliat novel yang sampulnya atau covernya udah jelek dan lu yakin pasti ceritanya juga gak bakalan seru, tapi lu belom baca ceritanya begitu juga pasangan lu, dia gak yakin sama diri lu makannya dia memutuskan untuk pergi, dan ketika dia pergi itu bukan akhir dari segala hal, itu adalah awal dari sebuah hal"
Jadi intinya cukup nikmatin dan jalanin, dan jangan lupa bersyukur. Sebab tuhan tidak akan memisahkan yang baik jika digantikan dengan yang terbaik.

Aku bodoh? Semua orang bilang aku gila karna cintaku
Biarin gila. Dari pada pura pura gila.
Biarin suka dari pada pura pura suka.
Biarin berjuang dari pada pura pura berjuang.
.
.
.
.
.
.

Thursday, July 7, 2016

Falling in love with another boy (?) part 3

Seminggu setelah kejadian itu.
Ya kejadian yang membuat hubungan lisa dan aditya berakhir.

Sedang asik lisa memainkan sosial media ia, melihat update'an adit. Adit pergi ke sebuah tempat makan bersama seorang wanita.
Pantas saja seharian adit tidak memberikan kabar sama sekali kepada lisa, dan apa yang dirasakan lisa???.......

kacau. Semuanya kacau, untuk mengangispun ia tidak mampu,

"Lis, adit kok jalan sama...."
"Lis, masa gue liat adit...."
Teman teman adit dan lisapun bertanya kepada lisa sebenarnya apa yang terjadi dengan hubungan mereka berdua.

Ya mau tidak mau, lisa mengatakan yang sejujurnya kepada teman-temannya bahwa hubungan dia dengan aditya sudah tidak bisa diteruskan. Sekejap, semua teman teman lisa tidak ada yang percaya dan tidak ada yang menyangka itu bisa terjadi, hubungan cinta beda agama yang telah dijalani oleh lisa dan aditya bukanlah perjalanan yang sebentar, bukan juga kisah cinta yang singkat, melainkan perjalanan cinta yang membutuhkan banyak perngorbanan, bagaimana tidak, walau mereka dekat terkadang mereka berdua merasa jauh. Akhirnya lisa memutuskan untuk menghubungi Aditya

  'Dit, maksud kamu itu apa, kok pergi jalan sama icha? Emangnya kamu anggep aku sekarang apa? Emangnya aku udah gak ada artinya lagi ya buat kamu? Kamu tau gak aku capek nahan ini semua, semua orang nanyain aku, kamu kok bisa pergi sama icha, cewe yang ngejar ngejar kamu padahal kamu masih sama aku' *pesan singkat itu dikirim lisa kepada adit*

  "iya dong cha, aku sayangnya sama kamu, aku sekarang mau cari pasangan yang bisa menata masa depannya dengan aku" *sambil memegang tangan icha*
"bener dit? Kalau lisa tau gimana? Aku juga sayang sama kamu"
"aku sama lisa udah putus cha, jadi dia gak berhak ngatur hidup aku lagi, lagian aku sama lisa gak akan pernah bersatu"

*sambil saling bertatapan wajah, sekilas adit membayangkan wajah lisa, kemudian adit mencium bibir icha, icha hanya bisa menikmati bibirnya dimainkan oleh adit, dalam hati icha, ia merasa menang dari lisa, akhirnya lelaki yang beberapa bulan ini ia incar akhirnya bisa ia miliki, karena terbawa suasana icha mengikuti permainan yang dibuat oleh adit, ia ikut menikmati permainan lidah dari adit*

*lisa pergi kerumah rey*
"Lu kenapa deh? Seharusnya lu senang-senang sekarang, lu tuh lagi liburan lis"
*kemudian lisa menangis dipundak rey*
"Gimana gue bisa nikmatin liburan gue rey? Disaat gue mati matian ngejaga perasaan dia, tapi apa? Dia secara main-main matahin hati gue! Seakan-akan apa yang selama ini gue perjuangin itu gak ada artinya sama sekali rey, gue kecewa, tapi gue gak mungkin nyalahin dia, apalahi nyalahin Tuhan yang udah nyiptain perasaan ini kedia rey!"
"gue tau lis, gue pernah ngalamin rasanya CINTA beda AGAMA, inget gak dulu yang nyemangatin gue waktu terpuruk itu siapa? Elukan lis, elu yang selalu kasih support gue, sehingga gue bisa ngelupain farah"

*kemudian rey memeluk lisa, sambil menguatkan lisa, mereka berdua sudah berteman akrab sejak SMA, jadi sudah selayaknya mereka saling melengkapi sebagai seorang sahabat*

"tapi rey, ternyata gue gak bisa menyemangati diri gue sendiri" .......

...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ah yang bener adit udah jadian sama icha? Masa sih, coba cek ke cerita yang ke 4 ya teman-teman dijamin bikin baper deh
.
.
.
.

Next ke 4 ya guys

Sunday, July 3, 2016

Pernyataa itu

Walau rasa sayang yang pernah saya miliki tidak pernah berkurang sedikitpun pada masa itu,

Saya tetap ingin anda bahagia walau tidak bersama dengan saya.
Walau disetiap kenangan akan selalu ada air mata saya,
itu tidak akan pernah menggurangi rasa bahagia anda sama sekali.
saya sangat-sangat berharap anda akan bahagia,
saya sangat- sangat berharap anda akan mendapatkan yang terbaik.

Terimakasih untuk segalanya,
Terimakasih untuk segala hal,
segala waktu,
segala usaha,
segala kenangan dan
segala doa yang selalu kita panjatkan disetiap malam yang kejam karena dua insan yang berharap untuk bersatu.

dan untuk wanita yang ada dipelukkanmu saat ini. saya berharap dia benar-benar yang berikutnya, dia benar-benar yang terakhir dan tidak akan pernah dikecewakan oleh anda, semoga saja dia yang terbaik dia yang paling engkau banggakan.

saya sadar saya bukan wanita yang baik dihadapan anda, saya hanyalah wanita yang selalu bergantung terhadap anda, saya sadar wanitamu sekarang memang tidak pernah menyukai saya, tapi apa salahnya saya yang pernah dengan setia mencintai anda, 
apa salahnya saya yang pernah dengan bangga memamerkan anda?

saya memang bukan wanita baik-baik tapi saya akan selalu berharap sesuatu yang sangat baik untuk anda.

ya saya rindu, rindu segalah tentang anda pada waktu itu.
ya saya rindu benar-benar rindu sampai terkadang meneteskan airmata
ya saya rindu sampai-sampai saya bisa kehabisan akal atas segalanya
ya saya rindu merindukan senyuman itu.
saya benar-benar rindu .

Maaf
Maafkan aku yang ternyata belum bisa mengakhiri perasaan ini.
Maafkan aku yang nyatanya belum mampu membuang cinta ini.
Maafkan aku untuk kesekian kalinya.


Aku meminta kepada tuhan, tapi tak diberi maka dari itu aku minta maaf kepadamu karna disetiap doaku selalu tersambung namamu
aku letih selalu menilai segala hal nyatanya aku tak bisa.


Maaf jika di setiap doaku selalu ku sebut namamu dengan keinginan kau rindu padaku.
Tuhan tahu tanpa ku ucapkan, bahkan ketika sepatah kata tak mampu ku ungkapkan didalam doa tuhankupun paham.

Oh iyaaa... senyum mu itu. 
Iya senyum indahmu 
Setidaknya aku bisa tersenyum bila mengingat itu.
Dan aku cukup bangga pernah masuk bahkan pernah menjadi bagian dihatimu. 
Yaa walau nyatanya kamu hanya menjadikanku wahana. 
tapi setidaknya aku merasakan kenyamanan. Aku bodoh? Ya memang benar aku bodoh.
Bahkan tuhan letih bagaimana caranya agar aku menghapus rasaku padamu. Walau sudah dipatahkan oleh Tuhan hubungan kita. Tapi Tuhan tidak ingin kita pergi terlampau jauh.
Kau tau sebuah hal yang lebih indah dibandingkan senyummu?. Matamu. Ya matamu
Mata yang pertama kali aku lihat, yang mampu membuatku tersipu sampai kepayang. tapi sayang, untuk sekarang dan mungkin seterusnya matamu tak dapat memberikan tatapan syaduh untukku, matamu tak dapat memberikan sinar kharisma yang didambakan banyak wanita, aku beruntung bahwa dulu pernah kai letakkan namaku dihatimu.


Tidak
Tidak ada
Tidak ada yang namanya penyesalah
Kau bilang untuk apa dipertemukan bila akhirnya berpisah. Kau tau, Tuhan teramat baik untuk kita berdua makannya kita dipertemukan, dan Tuhan teramat sayang pada kita maka dari itu kita dipisahkan, bayangkan jika kita masih terus bersama bukankah itu hanya mampu menyakiti diri kita sendiri saja? Dan jika kita masih bersama apakah kamu akan sebahagia ini?
Ahh sudahlah. Jangan bersedih, aku saja mampu tersenyum setelah ditinggalkan kau, masa kau tidak mampu.

3 juli 2016 dibawah bintang berkabut

Malam ini
Dibawah bintang yang berkabut dan suasana dingin yang kupanggil sahabat

Kau tau tidak semua hal tentang cinta itu menyenangkan terkadang disaat mengenal cinta banyak sekali hal hal yang harus kau pelajari.

Bukan
Bukan sekarang
Tapi pemikiranmu seharusnya untuk kedepannya

Wanita? Buat apa kamu selalu berfikir "jalanin dulu aja deh" apakah kamu pikir hidupmu akan selalu diulang ulang? Tidak hidup akan terus berjalan. Jangka waktu yang dilalui wanita singkat untuk pasangan hidup. Sedangkan pria? Ya jelas lebih panjang.

Dalam hidup kita keliru tentang cinta
Ada yang binggung saat mantan kembali dan memilih menjatuhkan kembali hatinya kepada masa lalunya.

Singkatnya begini ketika masa lalu mu kembali datang kepadamu itu hanya ada dua kemungkinan.
1. Dia datang menanyakan kabar kemudian memastikan apakah masih ada dia dihatimu, setelah itu ingin kau ingat masalalu bersamanya, kemudia dia pergi tanpa bertanggung jawab telah memunculkan perasaan itu. Dan setelah ia tau bahwa apa yang ingin tau memberikan sebuah jawaban. Dia kemudian pergi.
Contohnya begini : "lu udah move on dari gue?"
"Lu masih sayang sama gue?"
"Aku masih ada gak sih dihati kamu?"
"Apa orang yang kamu sayang bisa gantiin aku?"
"Kamu inget gak dulu....."
"Waktu itu kamu pernah inikan ke aku...."
"Kangen dipeluk"
"Kangen dimanjain sama kamu"
Setelah semua pertanyaan itu muncul dan dia tau jawabannya mungkin itu cukup untuk dia yang ingin mencari tahu kemudian dia pergi.

Yang ke
2. Dia datang, memastikan kemudian meyakinkan dan seiring. Tapi tergantung bagaimana rencana tuhan.

Gue pernah dikasih tau "namanya perbedaan itu gak akan pernah bisa bersatu" terus gue tanya "lah kok gitu kenapa gak bisa nyatu, kan tuhan maunya nyatu".
"Itu bukan nyatu namanya, namanya seiring, kayak pakek sepatu aja biar disebutnya sepasang, mereka gak bisa nyatu, mereka itu dibantu sama kaki kita biar bisa seiring, jadi perkara perbedaan itu bukan menyatu tapi SEIRING"

Simpelnya begini
Kita gak perlu repot-repot berfikir kenapa kita masih sendiri. Ingat tuhan menciptakan setiap manusia berpasang-pasangan jadi jangan khawatir, sebab tuhan telah menyiapkan satu hati yang terbaik untuk menjaga hatimu. "Saat dua insan saling membuang cintanya demi sebuah kebaikkan percayalah suatu saat ketika tuhan akan memberikan cinta yang terbaik untuk mereka, entah dengan menemukan pasangan baru atau menyatukan mereka dalam ikatan cinta . Amn"

Terkadang gue suka sebel kenapa gue harus kangen sama dia, dan tiba-tiba dia kangen sama gue okeh gue seneng tapi begini terkadang gue takut kangennya dia cuma pengen gue jadi tempat persinggahan dia.

Wednesday, June 22, 2016

Kubiarkan kau pergi

Ya memang sudah saatnya melepaskan cinta yang tidak sepantasnya membuat kita diam dan bertahan.
Tidak. Terkadang ia. Tidak . Terkadang ia

Bertahan. Pergi. Bertahan. Pergi
Ketika sudah mantap untuk benar benar pergi.
Ia kembali. Ya dia kembali.
Dengan sejuta goresan yang sebenarnya sudah lumayan pulih, maksudnya luka lama sudah kering hanya tinggal bekas saja tetapi ia kembali. Mencoba mencari luka lamaku luka lama yang dulu ia perbuat. Luka lebam yang ia pukulkan bukan. Bukan dipukul lebih tepatnya dihantam oleh ucapan pisah darinya dan memilih mencintai wanita lain.

tidak bisa. Aku tidak ingin kembali lagi, mungkin luka lebam yang pada saat itu tanpa sadar ia berikan kepadaku sudah membaik, tapi pikiranku atau lebih tepatnya ingatan atas kejadian itu masih jelas. Benar benar masih jelas.

Aku bertanya kepada tuhan "apakah mencintai harus sesakit ini? , apakah mencintai harus seburuk ini? Atau apakah mencintai harus sehina ini?"

apa yang sebenarnya yang terjadi?
Pertemuan. Tidak itu hanya kebetulan berpapasan.
Kejadian. Bukan lebih tepatnya selingan hidup.
Pernah mengikat janji? Halah itu hanya slogan agar kau bertahan dengan tidak kepastian.

Untuk wanita, lelaki yang benar benar ingin mencintaimu dengan tulus tidak akan membiarkan kau bertahan sendirian bahkan ia tidak akan menancapkan luka yang begitu dalam.

Dan

Untuk lelaki, wanita yang benar benar mencintaimu dengan tulus tak pernah membiarkan kau selalu menjadi sandaran bagi dia. Wanita memang lemah tapi terkadang ia mencoba kuat agar saat kau terjatuh ia juga bisa membantu engkau berdiri.

Tidak ada wanita yang kuat bahkan tidak ada juga wanita yang lemah. Wanita kuat dan wanita lemah tergantung bagaimana cara ia memperlakukan dirinya. Tergantung bagaimana sosok laki laki memperlakukannya. Terlepas dari itu.

Cinta itu hina.
Cinta itu menjijikan.
Bahkan cinta itu berbau.
Tergantung bagaimana cara kita memperlakukan cinta

Cinta bagaikan hantu
Cinta bagaikan malaikat
Cinta tidak berwujud
Cinta tak berbentuk

Ingat jika kamu berani masuk dan mencoba mengenal cinta kau harus berami menerima resikonya, seperti apa yang telah aku rasakan aku hanya berani mencoba dan mengenal makannya aku tidak siap menerima resikonya.

Bertahan itu bukan tentang manusia yang setia dengan hubungannya tapi tentang perasaan yang tetap menjaga kesetiaan bersama-sama dengan komitmen yang meyakinkan. Buat apa bertahan jika hati atau perasaan sudah tidak setia, atau tiba tiba ada saja perasaan meninggalkan namun tidak tega. Tidak tega melepaskan karna takut hati yang satu benar benar tersakiti.

Tidak, kau harus tau, tidak semua hati mampu untuk pergi pada sebuah kejadian, gampangnya begini, kau meninggalkan aku, sedangkan aku masih berada dalam kenangan tersebut.

Terkadang kita berfikir tuhan tidak adil. Tapi tuhan adil mengapa? Setiap doa, setiap ucapan, setiap harapan yang dilontarkan manusia adalah ingin mendapatkan pasangan yang terbaik. Maka dari itu akupun sadar lelaki yang meninggalkanku sekarang bukanlah yang terbaik. Jikalau memang dia jalanku kedepannya nanti. Aku siap dengan rencana tuhan.

Tapi untuk saat ini.
Untuk waktu ini.
Aku memutuskan pergi. Dan membiarkanmu juga pergi, walau kau sudah lebih dulu pergi dibandingkanku, dan mulai saat ini aku biarkan kau pergi. Dan kubiarkan kenangan kita berakhir tanpa harus dibangun kembali.
Pergilah bersama pasangan barumu, dan doakan aku segera mendapatkan penggantimu😀😊.

Sunday, June 19, 2016

21 april 2016

Hari itu kau genggam tanganku dengan ketakutanku, setelah semalam suntuk aku menangis tak henti, ya aku harus kuat, dihari itu juga kau membatalkan rencana kepergian kita untuk pekerjaanmu dan aku kembali mengerti engkau.
Kamu bilang dihari itu, kamu tidak akan mencintai wanita yang nyatanya sekarang menjadi kekasihmu itu. SAKIT? APAKAH KAU TAHU RASANYA LELAH PERCAYA KEPADA ORANG YANG KITA CINTAI?

kau berdusta!
Kau berkhianat!
Kau bahkan berani berbohong pada keyakinanku.

Ucapanmu, tingkahmu, perlakuanmu begitu menyedihkan ketika ku tau segalanya. Lelah? Sakit? Kecewa? Tidak dapat diungkapkan lagi.

Disaat semua menjatuhkanmu
Disaat semua menjelekkanmu
Disaat semua inginku pergi darimu.

Yang aku tau kau baik dan tidak akan mengecewakanku

TAPI? AKU MUNGKIN SAJA SALAH.

ya, aku sadar aku salah
Kepercayaanku
Kesetiaanku
Kecintaanku kepadamu
Dengan mudahnya kau patahkan tanpa bentuk.

Semua yang kulakukan terhadapmu, semua yang ku korbankan kepadamu ? SIA SIA

TIDAK ADA CINTA!😧

Dengan mudahnya kau mengusaikan semuanya
Dengan mudah kay bangunkanku dari khayalan mimpi yang selalu aku dambakan, yang selalu orang orang disekelilingku dambakan betahah indahnya cinta kita walau memiliki perbedaan.
Dan
DENGAN MUDAHNYA KAU KEMBALI BELAJAR MENCINTAI WANITA LAIN.
SEDANGKAN AKU?
YA AKU! AKU HARUS MATI MATIAN BERUSAHA MEMBUNUH CINTA INI.

Kau tau aku tidak pernah tega mengucapkan kata kata kasar terhadap dirimu. Dan akhirnya aku harus bertanya kepada diriku sendiri APAKAH AKU MAMPU MEMBUNUH CINTA INI? Sedangkan kamu dengan teganya membuangku, membuang kisah kita, membuang cerita kita, ya membuang segalanya.

Disaat aku tak punya ALASAN mencintaimu tapi kau ingin aku MENCARI jawaban untuk membencimu.

Seadainya bisa ku berteriak "apakah cinta sebajingan ini?"

Dan mulai detik itu
Dan mulai menit itu
Dan mulai jam itu
Dan pada hari itu
Bahkan pada saat itu
Aku memutuskan untuk MENUTUP HATI!

Monday, June 6, 2016

Falling in love with another boy (?) Part 2

Merenung terus merenung...
Tanpa henti
Tanpa henti
Tanpa jeda
Tanpa pusing
Namun air mata lisa terus
Ya terus turun tanpa henti.
Iya, lisa begitu egois dan terlalu menginginkan adit, sebab apa? Adit selalu disini dipikirannya, adit selalu meyakinkan lisa, disaat lisa jenuh dengan hubungan yang tak akan menyatu, adit menguatkan dan berkata mereka berdua mampu melewati semuanya.

Tepat pukul 11.00 malam hujan yang turunpun berhenti, lisa seperti tak punya tujuan hidup dan ia berfikir untuk kembali kerumah dijalan ia berkata dalam hati " Dan sekarang gue paham
Tuhan lagi menguji gue untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Gak selamanya gue berdoa dan mengucap syukur dengan hati yang senang dan gembira. Pada akhirnya guepun berdoa dengan hati yang teriris dan perasaan sesak, dan tetap mengingatkan gue bahwa gue tetap harus bersyukur dengan apa yang terjadi.
Gue tahu tuhan mau yang terbaik untuk anaknya, mungkin gue sering lupa sama tuhan makannya dia kasih cobaan yang engga gue sangka2 sampe sekarang.
Terimakasih tuhan engkau telah mengingatkanku betapa sayangnya engkau terhadap ku 😇"

Terus dan terus, ia berfikir apa yang tuhan inginkan, cintanya terhadap adit sangat kuat, ia berfikir apakah tuhan juga iri kepada adit sehingga tuhan mematahkan hatinya melalui adit.

Sesampai dirumah "sayang, aku mau ketemu kamu ada waktukan buat aku?" Itulah pesan singkat yang lisa kirim untuk adit, disamping itu.

"Ahhh gila nih cewe menarik banget sih, masa ia harus deket sama dia? Terus lisa gimana? Ah bodo amatlah, sama lisa juga gak bakalan terus terusan sama dia" ya, kehidupan adit berwarna walau telah mematahkan hati lisa. Kemudian adit membaca pesan singkat lisa "gak bisa aku sibuk. Kapan kapan aku kabarin" dengan cuek adit membalas pesan singkat itu.

"Maafin aku ya lisa, maaf karna aku udah nyakitin kamu
Maaf cara aku salah ya lis, aku juga sayang sama kamu, cuma kita gak bisa terus terus begini, semoga kamu paham ya lis cara aku kekamu, jangan benci sama aku"
Adit menggucapkannya dalam hati, sebenarnya adit juga mencintai lisa namun semuanya menurutnya juga akan sia-sia

"Dit, lisa sakit"
"Dit, lisa kenapa?"
"Dit, lisa kok gak mau makan?"
"Dit, kalian putus?"

Semua pertanyaan itu mengentayangi adit terus menerus, merasa bersalah? Entahlah apa yang dirasakan adit. Semua kawan kawan lisa khawatir atas apa yang terjadi.

" Mau diungkapin dengan sejuta katapun, perasaan ini sama pikiran ini tetep aja sulit ditebak,
Bisa gak sih semuanya kembali normal lagi, kembali biasa aja, kembali seperti awal.
Kenapa perasaan gue mengatakan untuk gue pergi dari kehidupan gue sekarang,
Gak ada lagi semangat
Gak ada lagi tujuan
Gak ada lagi arah yang harus gue lalui
Gue engga ngerti sama definisi apapun yang mengatakan semua akan baik baik aja sampai saatnya tiba.
Gue cuma mau kek orang orang aja tetep nikmatin hidup walau banyak tekanan dari berbagai pihak manapun,
Gue ngerasa bahagia yang gue milikin sekarang tetep gak ada artinya karna gak bisa ngebuat gue buat tersenyum lepas.
Gue mau ngelepas hidup gue sebagaimana mestinya
Tapi bukan hal yang menyakitkan perasaan orang lain ataupun menyakiti batin gue sendiri.
Yang gue mau tuh apa yang gue lakuin itu menjadi berkat bukan menjadi malapetaka.
Gue gak paham sama segalanya gue gak ngerti harus gimana, gue gk tau harus berbuat apa, rasanya hidup gue sekarang itu hambar aja, abu abu, dan gak bermakna.
Ahhh gak taulah
Gue gk tau harus nyalahin siapa,
Gue gk tau harus benci siapa.
Yang gue tau segalanya ancur dihidup gue."
Ucap lisa sambil terisak isak, tangisnya.
Sedih? Jujur sangat sedih yang dirasakan lisa, sedangkan adit? Apa dia peduli??? "Dit kamu kemana? Seharian gak ngabarin aku?" Pecah semua pecah tangis itu pecah kembali, dan lisa hanya mampu berdoa dengan penuh kekhawatiran.....




Tunggu berikutnya, kalau bisa bantuin alur yaaa makasihhh para pembaca😘😚